"Kupi Khop" Kopi Unik Dari Bumi Teuku Umar

Share:
Beungoh singoeh geutanyoe jiep kupi di keude Meulaboh, atawa uloen akan syahid” (besok pagi kita akan minum kopi di kedai Meulaboh atau saya akan syahid)
                FOTO: Indoepic.com

KADANG kala banyak harapan yang tidak sesuai dengan keinginan, tapi percayalah Allah sudah menentukan rezeki setiap hambanya, ayo ngopi dulu biar semangat,” ujar pawang Tarek pukat untuk membangkitkan kembali semangat rekan kerjanya.

Debur ombak jelas terdengar di Gampong Suak Ribee kecamatan Johan Pahlawan Kota Meulaboh, Aceh Barat. Berkesempatan pulang sehari sebelum pemilu, penulis menyempatkan diri memenuhi ajakan teman yang berprofesi sebagai nelayan tarek pukat.

Di laut tanpa sampah tampak pula kumpulan masyarakat berbaris rapi berjalan mundur dengan ikatan tali di pinggang untuk menarik jarring yang telah ditebar kelaut terlebih dulu, di laut Suak Ribee para nelayan tarek pukat tidak hanya menjadikan kegiatan ini sebagai mata pencaharian melainkan untuk merawat tradisi turun menurun dari nenek moyang.

Sayangnya kala itu nasib baik tidak berpihak pada nelayan karena pukat yang telah ditarik tiba-tiba rusak dan menyebabkan ikan gagal didapatkan, kegagalan seperti ini tidak membuat para nelayan patah arang selain sama sama menguatkan satu sama lain dan kopi sering kali membakar semangat mereka bekerja kembali,

Kopi memang sajian penggugah semangat bagi masyarakat Aceh, minuman yang sudah lama dikenal oleh masyarakat  bahkan telah menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia sehingga tidak mengherankan bila Aceh dijuluki dengan negeri seribu satu warung kopi.

Seperti kata Teuku Umar “Beungoh singoeh geutanyoe jiep kupi di keude Meulaboh, atawa uloen akan syahid” (besok pagi kita akan minum kopi di kedai Meulaboh atau saya akan syahid).

Rangkaian kata ini diutarakan oleh Pahlawan Nasional Aceh menandakan kopi adalah minuman paling nikmat bagi masyarakat Aceh.

Bicara kopi memang tak cukup satu halaman saja, minuman yang berasal dari biji kopi sangrai ini bisa dinikmati dengan berbagai penyajian. Salah satu kopi unik yang kian terkenal di kalangan masyarakat adalah kopi khop, sajian kopi yang dinikmati dengan cara berbeda jika biasanya minum kopi hanya diseruput lewat bibir gelas lain halnya dengan kopi khop alias kopi telungkup yang dinikmati dengan teknik memainkan sedotan.

Muasal kopi khop

Kopi khop pertama kali berasal dari Meulaboh, banyak kalangan sudah mengetahui bahwa kopi khop terinspirasi dari dari model kupiyah yang digunakan oleh Teuku Umar, namun mulanya kopi khop ditemukan dari buah pikir kalangan pelaut zaman dulu yang tidak bisa duduk lama hanya untuk minum kopi saja karena harus memburu rezeki.

Nah ketika melaut para nelayan sengaja membalikkan kopinya supaya tetap hangat dan menghindari masuknya pasir laut yang ditiup angin, lalu setelah menyelesaikan pekerjaannya para nelayan menikmati kembali kopi mereka dengan rasa yang belum berubah.

“Cita rasa dari kopi yang disajikan dalam keadaan terbalik akan membuat aroma kopi tetap terjaga,” ujar Abu Mudi seorang nelayan tarek pukat.

Cara menikmati 
Kopi khop tersedia di pinggir pantai Suak Ribee, bangunan sederhana ini hampir tak pernah sepi pengunjung baik wisatawan yang pensaran dan ingin menyicipi langsung kopi khop ditempat ia ditemukan maaupun muda mudi yang ingin menghabiskan waktu.

Layaknya kopi pada umumnya, kopi khop diracik dengan cara menyeduh kopi dengan air panas diberi gula lalu saat disajikan gelas kopi di telungkupkan diatas piring kecil yang sudah diselipkan sedotan.

Sebenarnya ada dua cara minum kopi khop, bagi pemula bisa menggunakan sedotan yang dijepit diantara bibir gelas lalu sedotan tersebur ditiup, tekanan udara yang diciptakan mampu mendorong kopi agar keluar kepermukaan piring dan kopi khop langsung bisa dinikmati tanpa khawatir ampas akan ikut keluar.

Cara kedua yaitu cara yang dilakukan oleh para nelayan atau pecinta kopi khop berpengalaman, yaitu dengan menggangkat piringnya dengan sedikit menggoyang gelas, kemudian kopi yang merembes keluar disepruput perlahan, bagi pemula cara ini tidak dianjurkan karna dikhawatirkan kopi akan tumpah kepakaian.

“Banyak pengunjung yang menggunakan sedotan karena belum terbiasa, kalau minum langsung dengan menekan piring kopi bukannya diminum malah tumpah mengenai baju” ujarnya.

Varian Harga

Kopi khop bisa dinikmati dengan beberapa model diantaranya, kopi tubruk adalah kopi hitam yang dibalik dan biasanya banyak dipesan dikalangan orang dewasa lalu ditawarkan seharga Rp.5000.

Tower jenis kopi susu disajikan dalam keadaan dingin kopi khop jenis ini banyak paling populer
dikalangan pengunjung.dan Nine adalah kopi susu hangat Yang disajikan dibalik.

Untuk menikmati sajian unik ini anda tak perlu jauh-jauh ke Meulaboh, sajian kopi unik dari Aceh Barat Ini ada di jalan AMD Batoh Banda Aceh, anda bisa menikmati sensasi minum kopi dengan gelas terbalik. [Helena Sari]


BACA Juga:

Air Terjun Kuta Malaka, Pesona di Balik Bukit Barisan
Rex Peunayong, Pusat Kuliner di Sudut Pecinan Banda Aceh
Unik, Sensasi Kelezatan Mie Bakso Dalam Batok Kelapa Muda

No comments