Sawad bin Ghaziyyah Prajurit yang Ingin Mengqishas Rasulullah

Share:
Foto : Ilustrasi
MEMBACA kisah para sahabat yang sezaman dengan Nabi, pastinya ada rasa cemburu dihati kita terhadap mereka yang berkesempatan melihat wajah sang Nabi, membantu Nabi dalam perjuangannya, serta mendengarkan secara langsung sabda-sabdanya. Tak terbayangkan alangkah indahnya.

Dalam sebuah kisah, dikatakan ada seorang prajurit yang menuntut Rasulullah. Prajurit itu dipukul diperutnya kerena keluar dari barisan, pada saat Rasulullah sedang merapikan barisan pasukan perang kaum muslimin.

Sesungguhnya Rasulullah bertujuan agar barisan pasukan perang kaum muslimin kokoh.


Sebagaimana Firman Allah :
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh"

Maka dari itu, Rasulullah memukul perut Sawad yang terlihat keluar dari barisan, sambil berucap, "Hei Sawad, luruskan barisanmu!"

Namun Sawad malah berkata "Wahai Rasulullah, anda telah menyakiti saya, padahal Allah telah mengutus anda dengan membawa kebenaran dan keadilan. Maka, berikanlah kesempatan kepada saya untuk mengkisasmu".

Apa yang terjadi? Bukannya marah karena ucapan Sawad yang terdengar lancang, Rasulullah malah membuka perut beliau sambil berkata, "Hai Sawad, silahkan pukul saya".

Apakah Sawad melakukannya? Tentu tidak! Sawad malah melakukan sebaliknya. Dia serta-merta memeluk perut Rasulullah sambil menciumi perut beliau.

Lalu Rasulullah bertanya, "Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?"

Sawad menjawab, "Wahai Rasulullah, Waktu perang sebagaimana yang anda saksikan telah tiba. Maka saya berkeinginan agar akhir pertemuan saya dengan anda disudahi dengan bersentuhnya kulit saya dengan kulitmu".


Setelah mendengar alasan Sawad, Rasulullah langsung mendoakan Sawad dengan do'a yang baik.


Dari kisah ini, kita dapat melihat kecerdasan Sawad dalam menarik perhatian orang yang paling agung dihadapannya, yakni Rasulullah. Sawad bukanlah pembangkang yang keluar dari barisan untuk menentang perintah Rasulullah yang saat itu sedang merapikan barisan, justru dia ingin mendapat kesempatan mendapat berkah dari menyetuh kulit sang Nabi sebelum berperang. Sungguh kisah yang sangat mengharukan. [Nurhalimah] /Dhi