Top Ad 728x90

More Stories

Thursday, 27 July 2017

Sempat Vakum Forum Barsela Menulis Kembali Aktif


WASATHA.COM - Setelah hampir setengah tahun kelas menulis Forum Barsela Menulis (FBM) tidak aktif melakukan proses belajar-mengajar, kini FBM kembali aktif dalam menggali bakat dan potensi para penulis dan jurnalis muda Pantai Barat Selatan Aceh, Rabu (26/07/2017) di Anjungan PKA Aceh Singkil, Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh.

Riri Isthafa Najmi sebagai ketua Forum Barsela Menulis (FBM) menyampaikan sangat antusias dan kagum melihat semangat para sahabat FBM yang tetap serius dan masih konsisten dalam belajar-mengajar menulis, baik dalam proses kelas menulis maupun komunikasi aktif di grup WA FBM.

"Alhamdulillah, semangat teman-teman sangat luar biasa. Apalagi setelah 6 bulan aktif kelas menulis bersama beberapa para pengajar profesional, banyak dari sahabat FBM yang telah memenangkan lomba, baik lomba blogger maupun lomba menulis lainnya," ujar Riri

Baca : Jus Buah Nipah, Minuman Menyegarkan dan Berkhasiat Asli Aceh Selatan

Riri juga menyampaikan rasa bangga bisa belajar bersama dengan komunitas menulis lainnya. "Kelas menulis hari ini pun dihadiri oleh 40 an penulis dan jurnalis beberapa undangan khusus dari penulis profesional lainnya seperti Gam Inong Blogger (GIB), Forum Lingkar Pena (FLP), awak media, dll," kata Riri

Yarmen Dinamika selaku pembina FBM juga menyampaikan rasa senang dan bangga saat mengajar kelas menulis FBM.

"Kelas tadi sangat menyenangkan. Saya paling senang pada keberagaman pesertanya. Pesertanya hadir dari Singkil hingga Tamiang. Ka habeh ban sigom Aceh," ungkap Yarmen yang juga pimpinan redaksi Serambi Indonesia itu

"Saya selalu optimis bahwa berlatih menulis itu banyak manfaatnya. Baik bagi diri sendiri maupun bagi publik selaku pembaca. Dengan menulis orang jadi tahu bahwa nalar kita jalan, sebab apa yg kita tulis itu adalah hasil olah pikir kita. Semakin bagus sebuah tulisan, itu cerminan nyata bahwa betapa berkualitasnya daya pikir orang tersebut dan betapa piawainya ia bermain kata dan menggayakan kalimat," imbuh Yarmen

Singkatnya kata Yarmen, "Menulis itu adalah sebuah keterampilan berkelas. Karena begitu banyak orang yang pandai omong, tapi tak mampu mentransformasikan buah pikirannya menjadi tulisan yang bernas, bermanfaat, dan mengesankan," katanya

Yarmen menambahkan, "Nah, untuk mencapai semua kualifikasi itu, maka berlatih menulis adalah kunci utamanya. Bagi yang belum mahir menulis, maka berlatihlah terus. Dari penulis pemula, yakinkah Anda akan dijuluki penulis produktif dan sangat mungkin jadi penulis kawakan atau bahkan penulis top. Ayo buktikan bahwa Andalah penulis top markotop itu," tutup Yarmen.


Ingin Tampil Cantik? Indah Dini Makeover Solusinya


FBM merupakan gugusan penulis dan jurnalis pemula serta profesional Pantai Barat Selatan ini yang didirikan pada 25 maret 1991, di Barsela Kande (red: kediaman Senator DPD RI, Rafli Kande), Batoh, Banda Aceh.

Walaupun bak seumur jagung, FBM harus bangga karena tokoh penulis dan jurnalis profesional Pantai Barat Selatan Aceh yang sangat populis di kalangan media dan masyarakatnya dijadikan sebagai pembina dalam membimbing dan mengarahkan pegiat FBM untuk terus giat dan aktif menulis sebagai awal untuk melahirkan penulis dan jurnalis yang siap ditempatkan untuk menorehkan tinta cinta untuk keabadian.*Dhi

Warga Palestina Rayakan Dicabutnya Pembatas Masuk Al-Aqsha

Foto (AA)

WASATHA.COM - Warga Palestina merayakan pencabutan pembatasan yang diberlakukan di kompleks kiblat pertama dalam Islam itu oleh otoritas Israel. Setelah beberapa hari terjadi demonstrasi dan bentrokan di Kota Al-Quds dan Tepi Barat, Kamis (27/07/2017) dini hari.


Kantor berita Palestina Ma’an mengutip saksi yang mengatakan bahwa rezim Tel Aviv telah mencabut hambatan, perancah, kamera berteknologi canggih dan pemindai logam yang baru saja dipasang, setidaknya di satu gerbang untuk masuk ke kompleks kiblat pertama umat Islam tersebut.


“Selama 12 hari tidak ada yang tidur, tidak ada yang melakukan apapun kecuali memprotes langkah Israel melawan Masjid Al-Aqsha,” kata seorang warga Palestina, demikian Press TV memberitakan, seperti dilansir Mirajnews.com dan dikutip Wasatha.com.

Sementara itu, Dewan Wakaf Al-Aqsha, badan yang mengelola kompleks masjid tersebut, merasa ragu dan Direktur Omar Kiswani mengumumkan bahwa tidak akan terburu-buru untuk memasuki Al-Aqsha, juga warga harus berhati-hati.

“Kami akan menunggu panitia teknis, yang kami tetapkan, untuk menyelesaikan penyelidikannya di Al-Aqsha. Kami tidak akan mempercepat keputusan kami untuk memasuki Al-Aqsa atau tidak,” kata Kiswani kepada wartawan di Gerbang Isbat sebagaimana laporan Anadolu Agency.


Perlawanan besar Muslimin di Al-Quds dan tekanan dari negara-negara dunia terhadap pemerintah Israel terkait kekerasan tentaranya kepada jemaah salat dan demonstran, membuat Tel Aviv melonggarkan kebijakan keamanannya di kompleks Al-Aqsha.

Baca Juga:

Gerakan Islam Aceh Sepakat Kecam Israel

Ihsan Derajat Tertinggi Seorang Muslim


SIKAP ihsan atau berbuat baik dalam segala hal kehidupan sehari-hari adalah suatu keharusan bagi setiap muslim, tidak hanya dalam amar makruf untuk taat pada perintah Allah SWT tapi juga dalam nahi mungkar untuk mencegah perbuatan maksiat dan dosa.

Islam untuk prinsip-prinsip ketaatan, iman untuk pilar tauhid dan ihsan sebagai kualitas dari keduanya. Islam tanpa ihsan adalah kering, iman tanpa ihsan juga gersang, demikian juga ihsan tanpa keduanya adalah kosong. Sehingga sebagian ulama menempatkan ihsan sebagai intisari tasawuf Islam.

Demikian disampaikan Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Dr Tgk H Idris Mahmudy SH MH saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (19/7/2017) malam.

"Perilaku Ihsan seorang muslim ini begitu penting, dan jangan pernah menyepelekannya. Sehingga dalam Alquran Allah menyebutkan kata-kata Ihsan ini hingga194 kali. Aktualisasi Islam dengan Ihsan, dan merubah segala sesuatu seperti mengajak orang berbuat taat dan mencegah kemaksiatan juga harus dengan ihsan," ujar Tgk Idris Mahmudy.

Mantan Ketua Mahkamah Syar'iyah Provinsi Aceh ini menambahkan, derajat ihsan merupakan tingkatan tertinggi keislaman seorang hamba Allah. Tidak semua orang bisa meraih derajat yang mulia ini. Hanya hamba-hamba Allah yang khusus saja yang bisa mencapai derajat mulia ini. Karena itu, merupakan keutamaan tersendiri bagi hamba yang mampu meraihnya.
"Tingkatan agama yang paling tinggi adalah Ihsan, kemudian Iman, dan paling rendah adalah Islam. Kaum muhsinin (orang-orang yang memiliki sifat Ihsan) merupakan hamba pilihan dari hamba-hamba Allah yang saleh. Sebagian ulama menjelaskan jika Ihsan sudah terwujud berarti Iman dan islam juga sudah terwujud pada diri seorang hamba. Jadi, setiap muhsin pasti mukmin dan setiap mukmin pasti muslim. Namun tidak berlaku sebaliknya. Tidak setiap muslim itu mukmin dan tidak setiap mukmin itu mencapai derajat muhsin," katanya.

Dalam Surat Al-Isra' ayat 7 juga dijelaskan tentang keutamaan sikap Ihsan ini yang artinya, "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai".

Idris Mahmudy menambahkan, dalam kaitan penerapan syariat Islam di Aceh juga harus dilakukan dengan cara-cara yang Ihsan baik itu dalam mengajak umat Islam agar beribadah dan taat pada Allah ataupun ketika mencegah kemaksiatan.

"Ketika ada orang atau teman di sekitar kita yang kita lihat tidak mengerjakan shalat, jangan benci mereka tapi ajak dengan cara-cara baik yang tidak menyakiti perasaannyaan. Atau juga misalnya ketika suara azan terdengar tapi kita lihat masih banyak yang duduk tenang saja di warung-warung kopi, ajak mereka agar ke masjid juga dengan cara-cara baik yang membuat tersentuh sehingga mau ikut ke masjid," terang jelas mantan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang, Sumatera Barat ini.

Begitu juga halnya ketika kita melihat ada masyarakat kita yang larut dalam kemaksiatan seperti mabuk atau berjudi, jangan benci mereka, tapi cari cara agar bagaimana mengajak dan mengajarkan agama dengan cara terbaik sehingga kemaksiatan seperti itu agar ditinggalkan dengan kemauannya sendiri.

Alumni Dayah Babussalam Blang Blahdeh ini juga menyampaikan menyebutkan, dalam penerapan syariat Islam di Aceh tidak boleh membiarkan terjadi suatu kemaksiatan berlangsung atau pelanggaran qanun, lalu digerebek dan ditangkap ramai-ramai oleh masyarakat.

"Sebelum terjadi kemaksiatan itu seperti kasus khalwat misalnya, itu harus dicegah sebelum terjadi dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat kampung. Jangan sampai sudah berulang kali perbuatan maksiat terjadi, lalu diintai dan digerebek dengan cara-cara paksa," ungkapnya.

Tgk Idris menyebutkan, dulu Umar bin Khattab juga pernah melakukan penggerebekan untuk menangkap orang yang mabuk setelah mendobrak pintu rumah secara paksa.

Lalu orang yang ditangkap itu protes dan menyatakan Umar bin Khattab telah melakukan tiga dosa yaitu masuk rumah orang tidak mengucapkan salam, lalu mendobrak pintu rumah secara paksa, dan juga dosa mengintip memata-matai pelaku maksiat. Sementara orang yang mabuk hanya berbuat satu dosa yaitu minum khamar.


"Ini perlu menjadi perhatian kita, jangan selalu mencegah maksiat itu apakah mesum, judi, khamar, dengan cara menggerebek ketika sudah terjadi. Tapi kita harus mencegahnya sebelum terjadi dengan tidak memberikan peluang dan celah untuk pelaku melakukan dosa. Ini yang lebih utama karena sikap Ihsan adalah menutup rapat peluang untuk bermaksiat kepada Allah, jangan memberi peluang lalu menggerebek dan menangkap pelaku," pesannya.

Wednesday, 26 July 2017

Gerakan Islam Aceh Sepakat Kecam Israel


WASATHA.COM - Generasi Islam Aceh (GIA) mengecam Israel terkait penutupan Mesjid Al-Aqsa Palestina pekan lalu yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap Umat Muslim.

Pihak keamanan pemerintah Israel yang bersiaga di komplek mesjid Al Aqsa akan melarang bahkan mengusir siapapun umat muslim yang hendak melakukan peribadatan.

GIA juga mengeluarkan kecaman keras dan ancaman untuk memboikot produk Yahudi-Israel dari berbagai Ormas Islam di Wilayah Aceh yang tergabung dalam Generasi Islam Aceh (GIA) seperti rilis yang disampaikan pada, Rabu (26/7/2017).

Pimpinan Ormas Islam yang tergabung dalam GIA, terdiri dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Aceh, Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Aceh, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Aceh, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh serta Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (PW HIMMAH) Aceh. 

Para pimpinan GIA tersebut sepakat menyerukan masyarakat Aceh khususnya untuk membaikot produk Israel yang selama ini menjadi penyumbang terbesar dalam mempersenjatai militer Israel.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua PW HIMMAH Aceh, Toni Firmanya, bahwa Israel sudah diluar batas dan pemboikotan adalah salah satu cara untuk membantu muslim di Palestina agar melemahkan perekonomian barat dalam memberikan sumbangan kepada pemerintah Israel.

"Kami mengecam karena sangat diluar batas kemanusiaan dan norma sosial yang berlaku. Kami juga mengajak umat muslim untuk membaikot produk-produk yang kita kenal sebagai perusahaan penyumbang bagi pemerintah dan rezim Israel," pungkas Toni Firmansyah.

Dalam hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum BADKO HMI Aceh, Mirza Fanzikri. Ia juga mengecam tidakan Israel dan meminta Pemerintah Indonesia serta Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas dan objektif.

Ingin Tampil Cantik? Indah Dini Makeover Solusinya

"Kami mengecam tindakan israel terhadap Palestina dan meminta pemerintah Indonesia melakukan upaya perlindungan serta pembelaan terhadap negeri terjajah ditambahnya sendiri, Palestina," tegas Mirza

Mirza juga mengajak umat islam untuk bersatu melawan kejahatan Israel terhadap Palestina, terutama terhadap ummat Islam.
"Ummat muslim harus bersatu melawan kejahatan Israel, baik secara politik, hukum, dan ekonomi. Kami berharap PBB bersikap Objektif dalam kasus ini," imbuh ketua BADKO HMI Aceh.

Selain itu, ajakan juga datang dari Ikhsan Azhar selaku ketua PW PII Aceh. Dia mengajak umat Islam ban sighom doenya untuk menghentikan pembelian produk-produk Israel.

"Kami Menganjurkan kepada umat muslim di indonesia khususnya aceh untuk menghentikan pembelian produk-produk menyongkong pendanaan untuk israel, yang telah memblocade mesjid umat islam," tutur ketua PII Aceh Ikhsan Azhar.
Selanjutnya, disampaikan juga oleh Mizan Aminuddin selaku ketua DPD IMM Aceh mengatakan bahwa, "Perlu saya pertegas bahwa penderitaan mereka (rakyat Palestina) juga penderitaan umat muslim di seluruh dunia," tegas ketua DPD IMM Aceh tersebut.

"Saya, Mizan Aminuddin atas nama lembaga, kami mengecam keras terhadap penutupan mesjid Al Aqsa dikarenakan perbuatan yang sangat biadab, terkutuk dan tentu kami sepakat bersama umat muslim lainnya khususnya di Aceh agar lebih peduli untuk membaikot produk-produk Israel yang selama ini sebagai donatur utama dalam mempersenjatai militer yahudi laknatullah," tegas Mizan.

Tuanku Muhammad selaku Ketua KAMMI Aceh juga menyampaikan kecaman dan himbauan serupa. Ia menyebutkan bahwa tindakan Zionis Israel menutup mesjidil Aqsa dengan aksi kekerasan yang menjadi milik umat Muslim sudah sangat melampaui nilai-nilai kemanusiaan.

"Sudah saatnya seluruh manusia di muka bumi ini mengecam Israel. Salah satu cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah melakukan aksi pemboikotan terhadap produk-produk Israel," Pungkas Tuanku Muhammad


"Pemboikotan ini bertujuan melemahkan Israel dari segi perekonomian.l dan perdagangannya untuk memperkuat senja dan militernya.  Agar dengan begitu Israel bisa menghentikan aksi penjajahannya atas bumi Palestina," tutup ketua PW KAMMI Aceh.*Dhi

PD PII Perguruan Tinggi Langsa Lantik Pengurus Baru


WASATHA.COM - Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Perguruan Tinggi Langsa menggelar pelantikan pengurus baru, Langsa, Selasa (25/07/2017).

Pelantikan tersebut langsung dilantik oleh ketua umum pengurus wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh yaitu Ikhsan Azhar.

Ketua umum PII Aceh Ikhsan Azhar dalam sambutannya mempertegas bahwa bangkit PII di Indonesia ini bukan mengadu domba, tapi mempersatukan umat.

"Kita selaku kader PII harus menjunjung tinggi dalam persatuan umat, PII bangkit di Indonesia ini untuk mempersatukan kita sebagai umat islam bukan mengadu domba satu sama lain," ujar Ikhsan

Ingin Tampil Cantik? Indah Dini Makeover Solusinya


Ia juga sempat menyinggung bahwa kader PII harus menjadi pelopor terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang Islami, terutama dalam mendorong atau mendesak pemerintah agar membuat qanun-qanun yang mengatur syari'at Islam di Aceh. Hal ini sejalan dengan misi periodik PD PII perguruan tinggi periode 2017-2018 untuk menjadikan PII sebagai pelopor mewujudkan masyarakat Islami.

"PII Perguruan Tinggi Langsa harus menjadi pelopor terdepan dalam terwujudnya masyarakat Islam dan juga harus mendorong pemerintah agar menyusun qanun-qanun syari'at yang kita butuhkan sebagai masyarakat. Mengingat PII perguruan tInggi lahir dari pada aspirasi pelajar yang berkomitmen untuk mempersatukan misi dan visi dalam pergerakan mahasiswa agar menjadi agen perubahan pada setiap lini masyarakat, dalam hal ini mewujudkan daerah yang Islami," pungkas Ikhsan.*Dhi

Tuesday, 25 July 2017

Lima Cara Agar Tetap Istiqamah di Jalan Allah

Foto Google

ISTIQAMAH di jalan Allah ialah senantiasa mengikuti jalan lurus yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita selalu memohon jalan yang lurus itu, istiqamah itu, “Ihdinash shiraatal mustaqiim”. (Tunjukilah kami jalan yang lurus).

Istiqomah dalam beribadah dapat diartikan sebagai suatu sikap untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah. Perintah untuk beristiqamah tatkala beribadah ini sejalan dengan perintah untuk selalu berada di jalan yang lurus.

Allah menyebut di dalam Al-Quran :
Artinya: “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS Hud : 112).

Namun, tentu dalam menjalankan ibadah, apalagi suatu perjuangan besar, istiqamah itu menjadi tidak semudah yang dibayangkan, karena berbagai variabel penggodanya. Mulai dari tantangan dan hambatan kesulitan yang menghadang, terbatasnya sarana dan materi yang diperlukan, hingga godaan kemaksiatan dan kemalasan. Walaupun penggoda terbesar sesungguhnya dari dalam diri sendiri.

Dalam hal ini, ada beberapa cara yang bisa membantu kita untuk tetap istiqamah di jalan Allah. Di antara cara agar tetap istiqamah tersebut adalah:
Pertama, meluruskan niat.
Niat yang lurus, ikhlas dan jujur hanya mengharapkan ridha Allah. Sehingga kalau ada kendala-kendala teknis di lapangan, kita akan tetap beribadah dan berjuang. Sebab kita melaksanakan ibadah dan juang adalah karena Allah bukan karena materi atau manusia.

Allah mengingatkan kita di dalam ayat:
Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam [menjalankan] agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah [98]: 5).

Di dalam hadits disebutkan:
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab).

Kedua, Memahami makna kalimat syahadat.
Dua kalimat syahadat bukan hanya tanda dia seorang Muslim. Namun lebih dari itu, merupakan komitmen hamba Allah dalam menjalani hidup senantiasa tertuju pada kalimat thayyibah Laa ilaaha illallaah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Makna hakikatnya adalah bahwa kita hidup, beramal, bekerja, mengajar, berjuang, hatta berumah tangga pun semua tiada lain kecuali karena Allah. Tidak ada yang dituju dan diharap kecuali hanya Allah.

Sehingga, jika ada ujian melanda, godaan membujuk dan hambatan menghadang, kita tidak akan mundur satu inci pun dalam beribadah dan berjuang. Sebab kita berjuang karena Allah saja. Walaupun juga misalnya yang lain bermalas-malasan, dan hanya tinggal kita sendiri yang berjuang. Kita tetap maju, sebab kita berjuang bukan karena pimpinan atau teman. Tapi karena Allah. Itulah konsekwensi syahadat tauhid.

Kalimat Tauhid inilah ikatan terkuat seorang Muslim terhadap Tuhannya. Lalu, dalam keseharian mengikuti teladan Muhammad Rasulullah, utusan Allah, Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ketiga, Bertadarus Al-Quran
Membaca Al-Quran, setiap hari secara rutin adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah. Sehingga dengan kedekatan kepada Allah akan dapat membantu kita untuk lebih istiqamah beribadah dan berjuang di jalan Allah.

Sebab, Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang bisa meneguhkan hati, menenteramkan jiwa, membasuh kegalauan dan obat bagi setiap Muslim. Maka dengan demikian kita tidak mudah tergoyahkan oleh hal-hal yang mampu merusak iman.
Berapa waktu sich kesibukan kita dibandingkan dengan Nabi dan Para sahabat, dengan para Khalifah, para syuhada dan pejuang terdahulu? Mereka tetap menyediakan waktunya untuk membaca ayat-ayat suci Al-Quran pedoman hidupnya.

Keempat, bergaul dengan orang-orang shaleh.
Manusia sangat dipengaruhi di mana ia berada dalam komunitasnya. Maka, di group-group media sosial, manusia akan berkumpul dengan teman-temannya yang sevisi, sejalan, sehobi, dan seterusnya.

Sahabat Umar bin Khattab mengatakan bahwa kelak pada Hari Kiamat setiap manusia akan dibangkitkan Allah bersama dengan komunitasnya, kelompok yang mereka akrabi, saat mereka hidup di dunia.

Jika ia berkomunitas dengan orang-orang maksiat, maka ia akan dikumpulkan dengan mereka. Dan jika ia berkumpul dengan komunitas orang-orang shaleh, maka ia pun akan dikumpulkan bersama mereka.

Oleh karena itu sebagai orang beriman kita harus selalu memperhatikan dengan komunitas atau majelis yang seperti apa kita bergabung. Karena walau sekedar sebagai teman pergaulan saja, semua akan memiliki konsekwensi yang sangat besar kelak di hari kiamat.

Dengan bergaul bersama orang-orang shaleh, sedikit banyak kita akan ketularan shaleh. Lama-lama menjadi kebiasaan, hingga akhirnya menjadi karakter atau akhlak sehari-hari.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggambarkan, “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jahat adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.

Kelima, rajin berdoa dan berzikir kepada Allah.
Doa dan dzikir sangat penting untuk meneguhkan keistiqamahan kita. Sebab kita manusia tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah.

Bagaimana kita mau memohon pertolongan, bimbingan dan kekuatan-Nya, jika kita tidak khusyud alam berdoa dan berdzikir. Berdoa seolah tidak memerlukan, berdzikir seolah sambil lalu saja.

Di antara doa agar kita diberi keistiqamahan di antaranya:
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS Ali Imran [3]: 7).

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad, Al-Hakim).

Semoga kita diberi keistiqamahan dalam beribadah dan berjuang di jalan Allah. [Ali Farkhan Tsani/Mirajnews.com]

Baca Juga :

Cintai Ilmu, Seperti Mereka!



Objek Wisata Pemandian Mata Ie Kering Total

Foto : Wasatha.com / M.Shobari

WASATHA.COM – Kemarau panjang yang terjadi dua bulan terakhir, menjadi petaka besar bagi Kolam Mata Ie, yang merupakan salah satu objek wisata keluarga ini kering total.

Amatan Wasatha.com, Selasa (25/07/2017) pagi, kolam yang biasanya dipenuhi dengan air pegunungan ini, hanya tinggal genangan air yang ada didalam kolam . Beberapa pengunjung terlihat hanya mengabadikan foto lantai kolam yang kering.

Kekeringan dua kolam yang juga merupakan sumber mata air bagi kota Banda Aceh dan sekitarnya menjadi perhatian banyak orang .



Asnawati, Seorang pengunjung di objek wisata pemandian Mata Ie, mengaku prihatin dengan fenomena yang terjadi ini.

“Melihat fenomena ini sangat sedih, karena air itu menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujar Asnawati.

Asnawati meceritakan, diriya sejak kecil sering main di objek wisata pemandian tersebut, dirinya pun mengakui belum pernah melihat kolam sekering ini.


“disini bukan hanya bermain untuk mandi, tapi banyak juga yang digunakan untuk mencuci,” pungkasnya. [Tek] 


Baca Juga :

Malam Penutupan Baksos Warga Menangis

Monday, 24 July 2017

Malam Penutupan Baksos Warga Menangis


WASATHA.COM - Malam penutupan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), terlihat warga menangis mengingat peserta baksos harus meninggalkan desa, pada Minggu (23/07/2017) malam.

Kegiatan Baksos dalam bimbingan Dosen Mata Kuliah Praktikum Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Tgk. Muhammad Yusuf, S.Sos.I,.M.A yang berlangsung selama 10 hari lalu, di desa Kareng Ateuh, Indra Jaya, Aceh Jaya, warga sangat antusias, warga memberikan fasilitas, baik kendaraan dan rumah yang selalu terbuka untuk mahasiswa Baksos.

Ingin Tampil Cantik? Indah Dini Makeover Solusinya


Rusli selaku Keucik desa Kareng Ateuh mengatakan, "Alhamdulillah saya telah memiliki anak 62 orang dan satu pembimbing yang luar biasa seperti magnet mampu mengarahkan mahasiswanya dengan baik yang telah sukses berjuang disini selama 10 hari rasa seperti satu tahun," ujar Rusli

"Kalian sangat berpengaruh disini terutama dikalangan anak-anak" pungkasnya

Ia juga menceritakan bahwa putrinya belum rela peserta Baksos meninggalkan kampungnya.

"Suatu ketika beberapa hari peserta baksos berada disini saya pernah mengetes putri saya dengan memperdengarkan pembicaraan saya melalui telepon (telpon pura-pura) dengan peserta baksos "apa klian mau pulang malam ini" kata Rusli dihadapan putrinya, setelah mendegar pesan tersebut, beberapa waktu putri saya langsung bergegas menemui peserta baksos serta memastikan agar tidak pulang capat dulu," kata Rusli

Rusli menambahkan, kehadiran baksos ini telah membangkitkan kembali gairah persatuan masyarakat kareung ateuh yang sebelumnya telah kurang, dengan membangkitkan kembali kesadaran masyarakat menghidupkan tempat ibadah dengan shalat lima waktu. hal ini juga sudah memberikan motivasi terhadap pelajar untuk belajar, baik itu kegiatan sekolah maupun mengaji.

"Masyarakat serta aparatur gampong Kareung Ateuh berharap supaya desa ini menjadi desa binaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry," harap Rusli.

Malam penutupan tersebut hadir juga, Wakil Dekan I FDK UIN Ar-Raniry Jauhari.M.Si, Wakil Dekan II Jasafat.M.A, ketua prodi BKI, Drs. Umar Latif, M.A, beberapa utusan dosen, staf dan aparatur desa Kareng Ateuh.[Arif Kurniawansyah R]/Dhi

Sunday, 23 July 2017

10.001 Penari Saman Ikuti Gladi Resik Pertama

Foto:Wasatha.com/Sinar

WASATHA.COM – Sebanyak 10.001 penari saman yang ambil andil pada pagelaran ini mengikuti gladi resik pertama yang digelar di Stadion Seribu Bukit, Desa Bustanussalam, Blangkejeren,  Gayo Lues, Minggu, (23/07/2017).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gayo Lues H.Ibnu Hasyim, S.Sos, MM, Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Suratman S.ip, Dandim 0113/GL  Letkol Inf M. Fasial Nasution Kadis Pariwisata Gayo Lues Safaruddin, serta seluruh masyarakat Gayo Lues yang hadir untuk menyaksikannya.

Dalam Sambutannya, H. Ibnu Hasyim menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh penari saman 10.001 yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Acara saman ini akan dilaksanakan dalam 2 tahun sekali, karena saman merupakan budaya asli Gayo yang harus dipertahankan dan saman sudah masuk dalam rekor dunia,” ujar Ibnu Hasyim.

Ingin Tampil Cantik? Indah Dini Makeover Solusinya


Ia berharap, agar para penari harus fokus dan lebih giat lagi dalam latihan, dikarenakan ini akan disaksikan bukan hanya masyarakat Gayo, melainkan undangan dari pusat.


Kegiatan gladi tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 dan berakhir 12.00 WIB, penampilan tari massal ini nantinya akan ditampilkan pada hari puncak pada 13 Agustus mendatang. [Sinar]/Tek

Sapo LPYD Gelar Acara Goes To Kampung


WASATHA.COM - Rumah (Sapo) Lembaga Pembinaan Yatim dan Dhuafa (LPYD), mengadakan acara Goes To Kampung.

Dalam kegiatan tersebut bagi-bagi Al-qur'an merupakan acara inti, diselenggarakan di Masjid Siti Ambia DAS (Daerah Aliran Sungai), Aceh Singkil, Minggu, (23/7/2017).

Kepala Desa Siti Ambia, Makmur dalam sambutannya mengatakan, Kegiatan ini sangat bagus, semoga kegiatan ini terus berjaya.

"Harapan kami kepada pengurus SAPO LPYD semoga lembaga ini tidak putus ditengah jalan dan semoga berjaya, meningkat terus agar anak yatim bisa lebih di perhatikan" ujarnya.

Pembagian Al-Qur'an diserahkan langsung oleh Makmur dan Ahmad selaku imam masjid desa Siti Ambia.

Hijrah Agusnia Rizki selaku ketua Sapo LYPD, menyatakan kedepan kami akan terus berusaha lebih baik lagi.

"Untuk kedepannya kami mampu merintis lembaga ini menuju perubahan yang lebih baik lagi," pungkas ketua Sapo LPYD.

Sapo LPYD salah satu lembaga pertama yang menaungi anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Aceh Singkil. Pengurus didalamnya merupakan mahasiswa asli Singkil yang kuliah berbeda-beda di Universitas Negeri dan Swasta.[Maulidna]/Dhi

Saturday, 22 July 2017

Delapan Maksiat dan Dosa yang harus kita jauhkan



SETIAP muslim harus mampu berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dirinya agar menjauh dan menghindari dari perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang mungkin tanpa sadar seringkali dilakukan.
Meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat merupakan tanda bagi seseorang mendapatkan kebaikan dan kabar gembira. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jauhilah dosa-dosabesar dan  berilah   kabar   gembira   (orang yang meninggalkannya).” (HR. Ahmad. Lihat Silsilah Ash-Shahihah, no. 887)
Di antara dosa-dosa yang harus dijauhi oleh seorang muslim antara lain sebagai berikut.
Pertama, Syirik kepada Allah. Syirik merupakan dosa besar yang paling membahayakan. Dosa ini menyebabkan pelakunya kekal di neraka. Allah Ta’ala berfirman,
Orang-orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, sungguh Allah mengharamkan kepadanya surga, dari tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang yang zhalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah: 72)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia akan mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa: 48)
Di antara yang termasuk perbuatan syirik, misalnya memakai benang, kalung dengan tujuan untuk menolak bahaya, seperti memakai jimat karena takut sihir dan lainnya. Atau jimat dalam bentuk benda lainnya, dengan keyakinan bahwa memakai benda-benda ini menjadi sebab terhindar dari bahaya. Padahal, yang memiliki kekuatan untuk menghindarkan seseorang dari segala mara bahaya hanyalah Allah Ta’ala. Tiada kekuatan kecuali dengan izin Allah Ta’ala.
Juga ada syirik yang tersembunyi, yang terletak pada niat, kehendak, riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar). Misalnya, seseorang membaguskan shalatnya atau bersedekah supaya dipuji manusia. Inilah yang ditakutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan terjadi pada diri kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Riya’.”.
Oleh karena itu, waspadalah terhadap segala jenis syirik, karena ia akan menyebabkan amalan kita gugur.
Kedua, Tiga Hal yang Membinasakan
Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Ada tiga hal yang menyelamatkan. Yaitu takut kepada Allah, baik pada waktu sepi maupun ramai, adil di kala sedang ridha maupun marah, dan bersikap tengah-tengah baik dalam keadaan fakir maupun kaya. Dan ada tiga hal yang membinasakan Yaitu hawa nafsu yang diikuti, bakhil yang dituruti, dan seseorang berbangga diri.” (Hadis hasan riwayat Ath Thayalisi, Jami’ush Shaghir 1:583 no. 3039).
Dalam hadis ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebutkan tiga hal yang membinasakan. Di antaranya ialah hawa nafsu. Apabila hawa nafsu telah menguasai hati, maka akan melahirkan kelalaian dan memalingkan dari perintah-perintah Allah Ta’ala. Dalam Alquran, Allah Ta’ala memperingatkan,
 “Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaan melampaui batasan.” (QS. Al-Kahfi: 28)
Adapun bakhil, adalah rakus terhadap dunia, yang akan membawa seseorang untuk berbuat apa saja memuaskan diri sendiri, tidak merasa cukup dengan nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Takutlah akan kebakhilan, karena ia telah membinasakan orang-orang sebelum kalian dan bisa membawa kepada pembunuhan dan menjatuhkan harga diri.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Ka’ab bin Malik Al Anshari dari bapaknya, berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah dua serigala lapar yang dikirim kepada satu kambing itu lebih merusak dibandingkan kerusakan pada agama akibat kerakusan seseorang kepada harta dan kemuliaan.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi).
Adapun berbangga kepada diri sendiri, akan menjerumuskan seseorang kepada kesombongan, sehingga ia merendahkan orang lain. Ini semua akan menyebabkan kehancuran dan kehinaan.
Ketiga, Tujuh Hal yang Membinasakan
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan. (Yaitu) syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan membunuhnya kecuali dengan haknya, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh zina kepada perempuan baik-baik yang beriman.” (HR. An-Nasa’i)
Sekalipun manusia menjauhi perbuatan membunuh jiwa (yang diharamkan untuk dibunuh), tetapi banyak juga yang terjerumus kepada riba, karena bentuk dan cabangnya banyak, yang mengharuskan kita berhati-hati dan bertanya kepada ahlul ilmi sebelum melakukan muamalah. Di dalam hadis disebutkan.
Dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak ada seorangpun yang lebih banyak makan riba, kecuali akhir urusannya adalah sedikit.” (HR. Ibnu Majah)
Keempat, Terang-terangan Berbuat Maksiat
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Semua umatku dimaafkan (kesalahannya pen.), kecuali orang-orang yang terang-terangan (dalam berbuat maksiat). Yaitu seseorang yang bermaksiat di malam hari kemudian Allah tutupi kesalahannya di pagi hari (orang lain tidak ada yang tahu pen.). Akan tetapi ia mengatakan, “Wahai fulan, semalam aku telah melakukan ini dan ini.” Allah telah tutupi kesalahan itu di malam hari, akan tetapi di pagi hari ia bongkar kesalahan yang Allah telah tutupi.” (HR. Muslim)
Banyak manusia berperangai yang membinasakan ini. Mereka tidak mengetahui, bahwa dosa yang disebabkan terang-terangan berbuat maksiat lebih besar daripada karena semata-mata dosa. Karena pada sikap terang-terangan ini, terdapat sikap memperturutkan hawa nafsu dalam beragama, melakukan penentangan, dan tidak merasa takut kepada Allah.
Kelima, Menyakiti Orang Muslim
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Tahukah kamu orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami ialah yang tidak memiliki dirham dan tidak pula kesenangan. “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian bersabda, “Orang yang bangkrut ialah, orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa shalat, puasa dan zakat, tetapi ia mencaci ini, menuduh ini, makan harta ini, menumpahkan darah ini dan memukul ini, sehingga kebaikan yang ia lakukan diberikan kepada oran gyang dizhalimi. Kemudian, apabila kebaikannya habis padahal belum cukup, (maka) diambilkan kejelekan mereka yang dizhalimi, lalu diberikan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa meremehkan perbuatan yang menyakiti orang lain dapat membinasakan pelakunya pada hari kiamat. Sekiranya seorang muslim memikirkan hal yang berbahaya ini, niscaya ia akan mencegah diri dari menzhalimi dan menyakiti manusia, sehingga ia akan menghiasi dirinya dengan akhlak mulia.
Keenam, Meremehkan Dosa-dosa Kecil
Apabila seseorang meremehkan dosa-dosa kecil tidak menghitungnya sebagai hal berbahaya, dan tidak timbul keinginannya untuk bertaubat dan lepas darinya, niscaya dosa-dosanya yang dianggap kecil ini akan terkumpul kian menggunung. Sikap meremehkan ini dapat menyebabkan kehancuran bagi pelakunya. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jauhilah oleh kalian sikap meremehkan dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil akan terkumpul pada seseorang hingga ia membi-nasakannya…” (HR. Ahmad dengan yang semisalnya).
Ketujuh, Melampaui Batas dalam Beragama
Sebagaimana halnya meremehkan maksiat sehingga menyebabkan kebinasaan, maka berlebih-lebihan dalam beragama juga menyebabkan kebinasaan. Ketahuilah amal yang paling baik ialah yang dilakukan secara kontinyu walaupun sedikit. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Waspadalah dari sifat berlebih-lebihan, karena umat-umat terdahulu telah binasa karena sikap berlebih-lebihan dalam agama.” (HR. Ahmad)
Kedelapan, Dengki
Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Waspadalah terhadap sifat dengki, karena ia akan memakan kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar atau rumput.” (HR. Abu Dawud)
Dengki merupakan perangai buruk yang dapat menghapus kebaikan. Tidak menutup kemungkinan, sifat dengki ini hinggap pada seseorang. Seorang muslim yang cerdik, ia akan berjuang keras mengubur sifat dengki dalam dirinya.

Ibnu Taimiyyah menyatakan, tidak ada satu jasad pun yang terlepas dan sifat dengki, akan tetapi Allah yang Maha Bijaksana menutupinya dan menutupi kekejian yang dilakukan. Arti menutupi yaitu menolak dari dirinya dan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’la dari kejahatannya, dan bermuamalah dengan saudaranya secara baik tanpa kezhaliman dan dengki. [Bahron Ansori / Mirajnews.com]

Baca Juga :

Cintai Ilmu, Seperti Mereka!

Top Ad 728x90

Spot Iklan 728x90
Hubungi : wasathamedia@gmail.com

Top Ad 728x90