Ingin Dibanggakan Allah Depan Para Malaikat? Lakukanlah Hal Ini !

Share:
FOTO : Google
PASTI semua diantara kita tidak ingin menjadi pribadi yang memalukan. Semuanya ingin tampil sebagai pribadi yang selalu membanggakan. Membanggakan dimata sesama manusia, terlebih di mata Allah.

Shalat tahajud mungkin telah dilupakan sebagian besar ummat pada zaman sekarang ini. Namun pada zaman dahulu, Orang-orang beriman sangat kuat menjaga amalan ini dikarenakan kecintaan mereka kepada Allah dan ketakutan mereka akan menyia-nyiakan Allah.


Ibu Nabi Sulaiman berkata kepada Nabi Sulaiman bin Daud, “Anakku, jangan tidur diwaktu malam karena orang yang tidur diwaktu malam, pada hari kiamat nanti ia akan datang dengan tangan kosong.”

Kemudian Allah juga mewahyukan kepada Nabi Daud, “Daud, bohong orang yang mengaku mencintai-Ku, tapi dikala malam tiba, ia malah tidur mengabaikan-Ku.”


Itulah beberapa contoh keta’atan orang-orang beriman pada zaman dahulu. Mereka berlomba-lomba untuk mencari rahmat-Nya dengan menghidupkan malam-malam untuk beribadah.

Ternyata orang yang melaksanakan shalat tahajud sangat dicintai oleh Allah. bahkan Allah membanggakan mereka dihadapan para malaikat. Seperti dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya Allah SWT membanggakan kepada para malaikat seseorang yang melakukan tahajud dimalam yang dingin. Allah berkata, ‘lihatlah hambaku yang keluar dari selimutnya dan meninggalkan dunia dan isterinya yang cantik untuk bermunajad kepadaku dengan firmanku. Bersaksilah bawa aku telah mengampuninya".


Para sahabat di zaman Rasulullah adalah contoh terbaik dalam beribadah dimalam hari. Kenapa mereka begitu kuat menjunjung tinggi sunnah ini? Apalagi alasannya kalau bukan karena guru mereka yang sangat mereka kagumi. Siapa guru mereka? Ya, siapa lagi kalau bukan Rasulullah SAW. Meskipun telah diampuni dosa-dosanya, baik yang sudah terlewat maupun yang akan datang, Rasulullah tetap menjalankan tahajud hingga kakinya bengkak.

Al-kisah, Umar Bin Khatab r.a ketika menjabat sebagai Khalifah. Beliau tidak pernah tidur siang dan malam. Beliau hanya beristirahat dengan duduk dan sedikit terlelap dengan anggukan dikepala. Kenapa Umar melakukannya? Apa kata Umar?

Bila aku tidur diwaktu malam, maka berarti aku telah menyia-nyiakan diriku. Bila aku tidur diwaktu siang, maka aku berarti telah menyia-nyiakan rakyatku. Sementara itu, aku harus bertanggungjawab terhadap mereka.”

Lalu bagaimanakah dengan kita? Kapan kita menghidupkan malam hanya untuk ‘bermesraan’ dengan Allah? [Nurhalimah | Tek]