Fenomena job hugging saat ini sedang menjadi sorotan dalam dunia kerja internasional. Istilah ini merujuk pada kebiasaan pekerja memilih bertahan di tempat kerja mereka saat ini, bukan karena kepuasan atau karier yang berkembang, tetapi karena rasa aman yang dianggap lebih penting dibanding risiko mencari pekerjaan baru.
Tren ini muncul sebagai kebalikan dari job hopping, yang sebelumnya populer di kalangan generasi muda yang gemar mencari tantangan atau peningkatan gaji melalui perpindahan kerja cepat.
Meningkatnya tren job hugging dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk ketidakpastian ekonomi global, kompetisi kerja yang semakin ketat, dan kekhawatiran mengenai dampak otomatisasi serta teknologi baru terhadap peluang kerja.
Dengan kondisi pasar yang belum stabil, banyak pekerja cenderung menahan diri dari mengambil risiko, terutama di sektor-sektor yang mengalami penurunan perekrutan. Survei global menunjukkan semakin banyak pekerja. [Fahrezi Sitorus]
