Mahasiswa Digital dan Kerinduan

Share:

Kuliah online, seketika mahasiswa girang mendengar keputusan ini, namun lambat laun banyak mahasiswa yang mengeluh karena berasa bukan mahasiswa yang ngerjain tugas, namun tugas yang ngerjain mahasiswa.

 Rouzatul Jannah


PENGARUH yang ditimbulkan Covid-19 atau Virus Corona sangat luas, virus ini telah mengubah kebiasaan semua kalangan masyarakat tanpa memandang dari segi lapisan. Di antaranya yaitu mengubah kebiasaan  pemerintah, sekolah, akademisi, pelajar, dan mahasiswa.

Penyebaran Virus Covid-19 melalui kontak fisik menyebabkan semua manusia harus menetapkan Physical Distancing (jaga jarak), yang tentunya akan merubah kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Kehidupan sedang berjalan tidak normal, selain mematikan virus, ini mampu mengubah semua sistem dari normal menjadi tidak normal, dimana yang awalnya banyak kegiatan dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi online, semua orang diharuskan stay at home (di rumah saja).

Perubahan sistem yang terjadi dirasakan hampir oleh banyak orang, salah satunya kalangan pelajar/mahasiswa.  Mereka yang tadinya kuliah secara tatap muka, kini beralih menjadi dalam jaringan (daring).

Di era digital mahasiswa memang dituntut untuk mempunyai peran yang besar, terlebih saat menghadapi revolusi industri 4.0. Jauh sebelum adanya Covid-19, mahasiswa sudah jauh menerapkan sistem digital dalam perkuliahan, hanya saja masih dalam kategori belum maksimal. Namun, sekarang semua diharuskan mampu dan maksimal menggunakan sistem digital dalam menjalankan kuliah online ditengah penyebaran Covid-19.

Mahasiswa di era Covid-19 yaitu mahasiswa yang sepenuhnya memanfaatkan digital dalam menjalankan tanggung jawabnya. Mahasiswa dituntut berfikir aktif dan mampu menciptakan karya berbasis digital.

Hal menariknya, mahasiswa di era ini bukan hanya kuliah saja menggunakan sistem digital, tetapi hasilnya juga akan berbentuk digital. Seperti halnya Institut Teknologi Bandung (ITB) mengeluarkan kebijakan ijazah berbentuk digital yang sudah diamankan secara kriptografi. [cnnindonesia].

Dalam menjalankan kuliah online memang terkadang terasa ringan karena dapat dilakukan dengan instan tanpa memerlukan waktu untuk berjumpa, semua bisa dilakukan melalui jaringan saja. 

Namun, hal itu tidak selalu sesuai ekspetasi. Realita di lapangan banyak mahasiswa  yang masih mengalami kesulitan, baik secara finansial maupun jaringan yang tidak mendukung saat berada di kampung halaman.

Seperti diberitakan Serambinews.com, mahasiswa di Aceh Selatan mengeluhkan susahnya akses jaringan Internet di Kabupaten tersebut, Kami yang tinggal di pelosok desa sangat kesulitan mendapat akses internet.

Karena susah mengakses jaringan internet, mahasiswa berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan jaringan agar dapat menjalankan proses perkuliahan, seperti Sukmawati yang harus naik gunung untuk mendapatkan sinyal yang bagus.

Namun hal ini dapat menyebabkan hal-hal miris terjadi, salah satunya hingga menyebabkan kematian. Seperti yang dialami Munawwarah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang mengalami kecelakaan saat mencari jaringan internet untuk melaksanakan kuliah Online.

Fajar.co.id melaporkan, mahasiswi asal Kabupaten Pinrang itu meninggal dunia akibat kecelakaan saat naik motor untuk mencari jaringan internet demi melaksanakan kuliah Online.

Terlepas dari hal tersebut, pemerintah terus berupaya sebaik mungkin untuk memudahkan mahasiwa dalam menjalankan kuliah online, terlebih yang daerahnya sulit sinyal. Salah satunya di Aceh, Camat Beutong Ateuh Banggalang meyediakan satu unit mobil untuk mahasiswa yang akan digunakan sebagai transportasi menuju lokasi yang ada sinyal guna melaksanakan kuliah online.

Setiap kebijakan atas apa yang terjadi tentu akan menimbulkan suka dukanya, awalnya penerapan kuliah online disenangi karena selain dianggap mudah juga praktis, namun seiring berjalannya waktu mahasiswa merindukan kuliah tatap muka atau kuliah offline

[Rouzatul Jannah, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry]


BACA JUGA:
Viral Mughsot Challenge, Bermanfaat Atau Tidak?
Cegah Virus Corona, ASN Kemenag Dilarang Mudik

No comments