Surat Rektor Unysiah Bikin Heboh, Asrama Putri UIN Diminta Dikosongkan

Share:


WASATHA.COM, Banda Aceh - Surat Rektor Unsyiah terkait perintah pengosongan asrama putri UIN Ar-Raniry, Banda Aceh menuai beragam komentar di sosial media.

Seorang dosen UIN Ar-Raniry, Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad menuliskan komentarnya di akun facebook. Ia menyebut apa yang dilakukan Unsyiah sudah seperti memblokade UIN dari kawasan Darussalam.

Ia menulis, Apakah UIN Ar-Raniry, menjadi “Jalur Gaza” baru di Darussalam?
Tembok, Gembok, Logo semakin “mengkerdilkan” kampus UIN Ar Raniry.
Sekarang asrama pun mau dibenamkan. Kalau asrama di Yogya dapat dipertahankan oleh rakyat di Aceh, mohon sahabat bantu supaya asrama ini tidak ditenggelamkan.
Kalau jalan dipasangi tembok dan gembok, semoga Warga Darussalam untuk memahaminya dan meresponnya. Semakin mahal angin di Darussalam skrg. Pagar ada dimana mana
Surat Rektor Unsyiah Nomor: B/3509/UN11/RT.04.01/2019 itu merupakan pemberitahuan kedua yang dilayangkan Unsyiah kepada pihak pengurus Asrama Putri UIN Ar-Raniy.

Dalam isi surat tersebut dijelaskan perihal akan adanya pengembangan Percetakan Unsyiah yang bersebelahan dengan asrama tersebut.

Kamaruzzaman yang ditanyai wasatha.com  mengatakan, Unsyiah sudah keterlaluan. Mulai penguasaan masjid Kopelma menjadi masjid Unsyiah, Padahal masjid dibangun atas iuran mahasiswa UIN dan Unsyiah.

"Unsyiah sudah keterlaluan, dari masjid kopelma menjadi masjid Unsyiah. Padahal masjid dibangun dari iuran Mahasiswa UIN dan Unsyiah, "katanya.

Ia juga mengatakan dalam cuitannya di media sosial, akankah UIN menjadi jalur Gaza baru di Darussalam. Dikarenakan tembok, logo, dan gembok semakin mengkerdilkan kampus UIN Ar-Raniry.

"Apakah UIN menjadi " Jalur Gaza" di Darussalam? Tembok, gembok, logo semakin mengkerdilkan kampus UIN Ar-Raniry, "ungkapnya di akun Facebook nya.[]

No comments