Ads Header

Breaking News

Jangan Ada Pelakor Di Antara Kita!


WASATHA.COM - Kasus pertengkaran di dalam hubungan percintaan marak terjadi dikarenakan orang ketiga. 
Tak jarang mengakibatkan rumah tangga retak hancur berantakan direnggut kehadiran pelakor.
Kini sebutan Perebut Lelaki Orang (Pelakor) menjadi sebutan paling menarik untuk mereka perusak rumah tangga orang. 
Tahukan anda tahu awal mula kata pelakor muncul?
Pada tahun 2011 sebutan untuk orang ketiga ini ialah Wanita Idaman Lain (WIL) yang mana akronim ini begitu melekat di telinga masyarakat pada masa itu. 
Bahkan juga melekat pada artis Mayangsari yang disebut-sebut sebagai WIL-nya Bambang Trihatmojo. Dan kemudian seiring berjalannya waktu, istilah WIL ini berganti menjadi kata Pelakor yang kita kenal saat ini.
Kata pelakor sendiri berawal ketika Film The Conjuring 2 ‘booming’ di Indonesia. Yang menjadi keterkaitan film ini dengan sebutan pelakor ialah terletak pada panggilan terhadap hantu The Conjuring 2 yang sangat fenomenal di media sosial, yaitu Valak, yang kemudian oleh warganet menyebutnya (memplesetkan) menjadi Valakor.
Keterkaitan Valak sendiri, berawal ketika warganet menyandingkan foto artis yang dianggap sebagai orang ketiga dalam hubungan orang lain.

Dengan foto hantu valak, seolah–olah menggambarkan bahwa orang ketiga itu sama mengganggunya dengan hantu valak yang sangat merugikan manusia. 
Bahkan mulai tahun 2016 kemunculan film ini, sampai pertengahan 2017 banyak bertebaran meme tentang hantu valak yang dikreasikan sedemikian rupa sebagai bahan lelucon warganet, juga sindiran untuk orang ketiga. Hingga kemudian kata valakor seolah melekat dengan orang ketiga menggantikan sebutan WIL.
Kata valakor sering di sebut–sebut oleh akun gosip ‘lambe turah’ dengan pengucapan yang ‘agak’ melenceng yakni palakor, yang sampai saat ini dikenal dengan istilah pelakor dengan akronim dari Perebut Laki Orang. 
Kata pelakor sendiri benar–benar ‘booming’ ketika anak Faisal Harris (Shafa Harris) melabrak selingkuhan ayahnya di mall pada tahun 2017 silam dan menjadi berita ‘pelakor’ terhangat pada saat itu, hingga kata pelakor menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan sampai saat ini.
Nah, sudah tahu kan asal mula kata pelakor? Yang jelas, penciptaan dan asal kata pelakor sendiri memang berawal dan tersebar melalui warganet yang kreatif dan inovatif, sehingga sampai pada tahun 2018 ini pun, kata–kata pelakor seolah memang sudah lazim kita dengar. 
Nah, bagi anda yang tak ingin dikhianati cintanya, mari selamatkan pasangan kita dari ancaman para pelakor.

Waspadalah, jangan sampai ada Pelakor yang merusak rumah tangga anda! (Mariza Oktaviana)

Tidak ada komentar