Ini Dia Cinta Buta! Cinta yang Menuntut ‘Dialah Segala-galanya’

Share:
Foto : Google
JATUH cinta itu hal yang lumrah, semua manusia yang normal pasti (akan) mengalaminya. Namun, cinta juga bisa sangat membahayakan diri, jika kita tidak bisa mengendaikannya. Terlebih lagi cinta buta. Cinta yang tidak mau lagi melihat dan mendengar hal lain selain cinta nya. Cinta yang melawan segalanya. Cinta yang menggelapkan segala pandangan didepannya. Cinta yang menuntut ‘Dialah segala-galanya’.

Cinta buta membuat langkah-langkah terhenti. Perjuangan mencari ilmu menjadi terhambat. Seperti halnya anak-anak remaja yang mengenal cinta terlalu dini, mereka banyak membuang-buang waktu belajarnya untuk hal lain, memberi perhatian pada orang lain, sementara dirinya, masa depannya, tidak lagi dipikirkan karena sibuk memikirkan ‘kekasihnya’.

Cinta buta tidak melihat kekurangan dalam diri seseorang yang dicintai. Sedangkan seorang yang jiwanya terus berjalan kearah kebenaran, mengetahui bahwa tidak ada makhluk yang sempurna. Pasti semua manusia punya aib-aib dalam dirinya. pasti ada kekurangan-kejurangan yang menjadikannya tampak lemah. Dengan demikian (melihat kekurangan-kekurangan dalam diri seseorang), cinta buta pasti tidak akan pernah terjadi.


Sebuah motivasi bijak dari Ibnu Al-Jauzi :
“Hati orang-orang arif selalu berada dalam proses naik ke objek pengetahuannya, hingga ia pun mengambil pelajaran ditempat yang memberikan pelajaran. Sedangkan kejumudan orang-orang yang lalai pada kondisi yang dijalaninya dan kelalaian mereka akan tingkatan yang lebih tinggi darinya, menyebabkan mereka bakal ditawan, dijajah dan kebingungan” (Ibnu Al-Jauzi)


Ibnu Al-Jauzi juga mengatakan bahwa, “jiwa orang-orang yang mempunyai kesadaran selalu berada dalam kondisi mendaki dari satu tingkat ketingkatan yang lebih tibggi. Sehingga ia tidakakan terhenti pada seseatu yang menawannya. Pemicu pendakiaannya adalah merenungkan kekurangan-kekurangan dan aib-aib seseorang yang menawan itu”. Dengan demikian, maka hatinya tidak akan buta. Maka cintanya tidak akan tumbuh dan menjajah dirinya lebih jauh. [Nurhalimah]