Ketahuilah! Ada 7 Indikator Kebahagiaan di Dunia

Share:
Foto Google
SEMUA orang sudah barang pasti menginginkan hidup bahagia. Siapa yang tidak ingin hidupnya bahagia? Baik itu bahagia di dunia, bahkan bahagia yang paling penting adalah di akhirat kelak.

Kebahagian seseorang itu sejatinya memang tidak bisa diukur dengan banyaknya harta ataupun kekayaan yang dimiliki, pangkat ataupun sebagainya.  “Ya Allah berikan kami kebagahian hidup di dunia dan di akhirat kelak, dan jauhkan kami dari panasnya azab api neraka,” itulah doa yang sering terlontarkan dari mulut kita memohon kepada Allah.

Ibnu Abbas ra menjelaskan ada tujuh indikator kebahagaian di dunia, yaitu:

Pertama, qolbun syakirun, ialah hati yang selalu bersyukur. Maksudnya ialah selalu menerima apa adanya, sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan. Inilah nikmat bagi hati kita yang selalu bersyukur.


Kedua, al azwaju sholiha, pasangan hidup yang saleh/salehah. Dengan memiliki pasangan hidup yang seperti ini akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah (tenang, penuh cinta dan kasih sayang) tanpa adanya keributan yang terjadi dalam bahtera rumah tangga.

Ketiga, al aulaadul abror, anak yang saleh/salehah. Semua orang tua pasti menginginkan untuk mempunyai anak yang sholeh, karna doa anak yang saleh/salehah untuk orang tuanya akan dikabulkan  Allah SWT. Berbahagialah orang tua yang memiliki anak saleh/salehah.

Keempat, al biatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Rasulullah SAW  menganjurkan untuk bergaul dengan orang-orang saleh/salehah yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.


Kelima, al maalul halal, mempunyai harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu menjaga kehalalan hartanya dengan teliti.

Keenam, tafaqquh fid dien, memiliki semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama,  akan membuat kita semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cinta kepada  Allah SWT serta Rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.


Ketujuh, umur yang berkah.  Umur yang semakin tua semakin saleh. Setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Allah SWT Sang  Maha Pencipta. Inilah semangat hidup orang-orang  yang berkah  umurnya. Berbahagialah orang-orang  yang umurnya berkah.

Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kebahagian kepada kita semua, baik itu kebahagian di dunia ini, dan kebahagaian  di akhirat. [Republikakhazanah]