Banda Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala. Tim Enjoyneering berhasil meraih Silver Medal pada Chamber G kategori Digital Society, Policy and Future Innovation dalam ajang 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Yogyakarta.
Pengumuman pemenang disampaikan pada Minggu (17/5/2026), setelah seluruh finalis mengikuti rangkaian presentasi secara daring sehari sebelumnya.
Kompetisi tingkat nasional tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan masa depan.
Tim Enjoyneering terdiri atas mahasiswa Teknik Pertambangan USK, yakni Risky Ramadhan, Muhammad Fatah Akbar, dan Kiki Septia Putri, yang berkolaborasi bersama Abdullah Asy Syifawi dari Program Studi Informatika FMIPA USK.
Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung karya ilmiah berjudul “V-COOL: Vapor Cooling Loop for Emission Optimization — Sistem Recovery Uap BBM Berbasis Kondensasi Pasif Tanpa Energi Listrik.”
Melalui karya tersebut, tim menawarkan inovasi teknologi ramah lingkungan berupa sistem pemulihan uap bahan bakar minyak (BBM) menggunakan metode kondensasi pasif tanpa memerlukan energi listrik tambahan.
Teknologi V-COOL dirancang untuk menekan emisi hidrokarbon akibat penguapan BBM yang selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran udara sekaligus potensi kehilangan energi pada sektor industri dan transportasi.
Konsep V-COOL bekerja dengan memanfaatkan prinsip pendinginan alami dan sirkulasi uap dalam sebuah sistem tertutup. Dengan mekanisme tersebut, uap BBM dapat dikondensasikan kembali menjadi cairan tanpa konsumsi daya listrik.
Selain berpotensi mengurangi emisi, sistem ini dinilai ekonomis dan aplikatif untuk diterapkan pada berbagai fasilitas penyimpanan maupun distribusi bahan bakar.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Pertambangan USK tidak hanya fokus pada bidang eksplorasi dan produksi tambang, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pengembangan teknologi masa depan.
Dosen pembimbing tim, Febi Mutia, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat kolaboratif para mahasiswa dalam mengembangkan inovasi tersebut.
Menurutnya, capaian tersebut lahir dari proses diskusi, riset, dan penguatan gagasan yang dilakukan secara konsisten oleh tim.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan nyata melalui pendekatan multidisiplin. Mereka tidak hanya memikirkan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan dampak lingkungan. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi. Sinergi antara Teknik Pertambangan dan Informatika dinilai mampu melahirkan solusi yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Ajang SINEC 2026 sendiri menjadi wadah bagi generasi muda untuk menuangkan ide kreatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Raihan Silver Medal tersebut sekaligus membawa nama baik Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional dan menunjukkan bahwa mahasiswa Aceh mampu bersaing serta berkontribusi dalam pengembangan inovasi berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan lebih lanjut teknologi V-COOL agar dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat luas bagi sektor industri, lingkungan, dan masyarakat.
[Ari Maulana]
