PERJALANAN menuju pendidikan tinggi tidak selalu dimulai dari tempat yang dekat dengan fasilitas dan kemudahan. Bagi sebagian anak muda di wilayah perbatasan, mimpi menempuh pendidikan sering kali harus melewati jalan panjang, keterbatasan akses, hingga perjuangan ekonomi yang tidak ringan.
Namun keterbatasan itu tidak menghalangi dua mahasiswi binaan Forum Dakwah Perbatasan (FDP) untuk menggapai cita-cita. Setelah menempuh proses panjang yang penuh pengorbanan, dua penerima Beasiswa FDP akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Banda Aceh dan resmi diwisuda.
Mereka adalah Evi Purba dari Aceh Tenggara dan Marjuwita Baene asal Teluk Nibung, Pulau Banyak, Aceh Singkil, wilayah perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara yang dikenal memiliki tantangan akses pendidikan cukup besar.
Kelulusan keduanya menjadi simbol bahwa anak-anak dari pelosok dan wilayah perbatasan juga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan memberi manfaat bagi masyarakat apabila mendapat dukungan pendidikan yang tepat.
Perjalanan menuju kampus di Banda Aceh tentu bukan perkara mudah. Jarak yang jauh dari keluarga, tantangan ekonomi, adaptasi lingkungan akademik, hingga perjuangan menjaga semangat belajar menjadi bagian dari kisah yang mereka lalui.
Dalam perjalanan itu, program Beasiswa Forum Dakwah Perbatasan hadir bukan hanya memberi dukungan pendidikan, tetapi juga pembinaan moral, dakwah, dan pendampingan bagi mahasiswa dari kawasan perbatasan.
Bagi Marjuwita, momen wisuda bukan sekadar tanda berakhirnya masa kuliah, melainkan perjalanan panjang penuh doa dan perjuangan yang akhirnya menemukan titik terang.
“Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memudahkan segala urusan. Tanpa pertolongan dan rahmat-Nya, mustahil saya bisa berdiri di titik ini,” ujar Marjuwita penuh syukur.
Perempuan muda asal Pulau Banyak itu mengaku perjalanan studinya tidak dapat dipisahkan dari dukungan keluarga dan orang-orang yang terus membersamainya selama menuntut ilmu. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kedua orang tuanya yang tak pernah berhenti memberi doa, dukungan, dan pengorbanan.
“Untuk Ayah dan Ibu yang saya cintai karena Allah, terima kasih atas setiap tetes keringat, doa yang tidak pernah putus, serta kasih sayang yang menjadi bahan bakar utama saya dalam berjuang. Keberhasilan ini adalah milik kalian,” ungkapnya.
Tak hanya kepada keluarga, Marjuwita juga memberikan apresiasi khusus kepada Forum Dakwah Perbatasan yang menurutnya telah menjadi tempat bertumbuh sekaligus penopang selama masa studi.
Ia menyebut FDP bukan hanya sekadar pemberi beasiswa, melainkan seperti orang tua asuh yang terus menguatkan langkah mahasiswa dari daerah terpencil.
“Terima kasih kepada Forum Dakwah Perbatasan yang telah menjadi orang tua asuh, mentor, dan pendukung setia selama masa studi saya. Bantuan yang diberikan bukan hanya materi, tetapi harapan yang membuat saya terus kuat melangkah,” katanya.
Marjuwita berharap seluruh pengurus dan donatur FDP mendapat balasan pahala serta menjadikan dukungan pendidikan tersebut sebagai amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
Lebih jauh, ia memandang gelar kelulusan bukanlah garis akhir, tetapi awal dari amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Gelar ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Saya berharap ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi umat, agama, dan bangsa, terutama untuk daerah asal saya. Saya ingin terus menebar manfaat dan istiqamah dalam jalan dakwah dan kebaikan,” tuturnya.
Kisah Evi Purba dan Marjuwita menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan perubahan sosial, bahkan bagi mereka yang lahir jauh dari pusat kota. Dari ujung perbatasan, keduanya membuktikan bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas geografis.
Bagi FDP, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa investasi pendidikan di kawasan pinggiran mampu melahirkan generasi berilmu yang kelak diharapkan kembali menerangi kampung halamannya dengan ilmu, pengabdian, dan semangat dakwah.
Dokumentasi perjalanan wisuda dua mahasiswi binaan FDP juga dapat disaksikan melalui akun resmi TikTok FDP Media: FDP Media di TikTok. []
