Iklan

Iklan

Jejak Televisi; dari Kotak ke Smart TV

10/26/20, 17:13 WIB Last Updated 2020-10-26T10:30:19Z



TELEVISI telah menjadi perangkat teknologi hiburan dan saluran informasi yang hadir di setiap rumah tangga di Indonesia, televisi menjadi perekat keluarga saat berkumpul hadir di rumah untuk nonton bersama. Tidak jarang, banyak film atau drama hiburan yang menjadi ingatan kolektif masyarakat hingga saat ini.

 

Teknologi televisi dari awal kehadirannya pun terus berkembang, mereka warga Indonesia yang lahir di era 1970 atau tahun sebelumnya dipastikan baru menikmati tayangan televisi hitam putih. Meski sebenarnya di belahan negara lain sudah muncul televisi berwarna.

 

Perangkat teknologi televisi era 70-an masih sangat sederhana, berbeda jauh dengan kemajuan teknologi televisi saat ini yang sudah sangat beragam, menawarkan dan memanjakan penonton dengan fitur-fitur kekinian.

 

Televisi sudah semakin canggih dengan kemajuan koneksi internet saat ini, penonton dapat mengakses YouTube atau Netflix untuk hiburan tanpa batas di rumah. Kemajuan teknologi televisi saat ini, bisa jadi untuk terus menggaet kalangan penonton milenial yang mulai perlahan meninggalkan televisi dan beralih ke hiburan indra mata lainnya yang lebih smart dan bisa kapan saja dan di mana saja.

 

Kapan televisi untuk pertama kali ditemukan? pada tahun 1926 oleh John Logie Baird. Ia berhasil mentransmisikan gambar dari televisi di sebuah laboratorium di London. Penemuan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal televisi seperti saat ini.


Perkembangan televisi tidak dapat dipisahkan dari penemuan radio serta teori dasar hukum gelombang elektromagnetik.  Heinrich Rudolf Hertz adalah orang pertama yang berhasil ‘mendeteksi’ gelombang elektromagnetik dari gelombang radio. Penemuan ini kemudian dikenal dengan frekuensi Hertz.


Selanjutnya Joseph Henry dan Michael Farraday mengembangkan penelitian mengenai elektromagnetik induktansi hingga menjadi pionir era komunikasi elektronik, termasuk televisi.

 


Saat dikenalkan oleh John Logie Baird, televisi bukanlah seperti yang kita lihat saat ini, melainkan terdiri atas banyak lempengan, tabung, dan kabel yang berseliweran.  Kemudian tahun 1927, Philo Taylor Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama.

 

Tanggal 11 Mei 1939 menjadi hari bersejarah karena pemancar televisi untuk pertama kalinya dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Akhirnya, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual untuk mengetahui kejadian di belahan dunia lain.

 

Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, TV mulai mengambil alih perhatian masyarakat dan menggantikan radio berkat kemampuannya untuk memadukan suara dan gambar. Pada akhir tahun 1950, sebagian besar orang di dunia sudah mulai memiliki TV di rumah. Kala itu kebanyakan orang menggunakan televisi hitam putih, meskipun sebenarnya televisi berwarna sudah ada.


Di Amerika TV berwarna ada sejak tahun 1954, tetapi belum ada siaran TV yang dapat menayangkan gambar berwarna. Baru pada tahun 1966 siaran TV sepenuhnya berwarna. Pada tahun 1967,  kepopuleran televisi berwarna mulai mengalahkan televisi hitam putih. Oleh karena itu, siaran TV berwarna pun terus bertambah. Di era yang bersamaan, tepatnya di tahun 1962, TVRI hadir sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia.

 

Televisi sebagai medium teknologi komunikasi terus berkembang, pada tahun 1970 industri televisi memperkenalkan teknologi Video Cassette Recorder (VCR). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.

 


Pada tahun 1980-an TV kabel atau tv berbayar mulai populer di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, RCTI jadi saluran televisi kabel pertama yang menggunakan dekoder di Indonesia. Mereka mulai beroperasi sejak tahun 1989 hingga tahun 1991, lalu akhirnya menjadi salah satu stasiun TV nasional.

 

Tahun 1990 teknologi tv mulai berkembang, masa ini mulai hadir Cathode-Ray Tubes yang memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar ke dalam satu kotak. Nantinya proyektor ini yang memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.

 

Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Bentuknya yang ramping dan minimalis membuat TV model ini sangat populer saat itu. TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran, meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.

 

Tahun-tahun berikutnya perkembangan teknologi televisi mengalami loncatan luar biasa, kita mulai disuguhkan beragam jenis model televisi di pasaran mulai TV LCD di akhir tahun 1990-an, HDTV diperkenalkan pada tahun 1998, dan pada tahun 1999 Digital Video Recorder  mulai diluncurkan untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi langsung ke dalam hard drive.

 

Pada tahun 2007, Apple meluncurkan AppleTV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program TV, Film, Video YouTube, dan masih banyak lagi. Kemudian Microsoft inc. memberikan perlawanan melalui OS Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik, dan foto dari komputer ke TV.

 

Zaman sudah sangat canggih, persaingna produksi televisi juga ketat. Saat ini kita sudah dapat menikmati  teknologi 3D dan teknologi layar cekung yang semakin memanjakan penonton televisi, serasa gambar keluar dari layar dan ada sekitar kita sebagai pemirsa televisi. [arif ramdan]

 

BACA JUGA:

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jejak Televisi; dari Kotak ke Smart TV

Terkini

Topik Populer

Iklan