Iklan

Iklan

Telegraf Teknologi Pengirim Pesan Zaman Baheula

10/20/20, 08:02 WIB Last Updated 2020-10-20T01:18:49Z


SEKITAR tahun 1986 untuk pertama kali saya membaca telegram yang dikirim salah satu anggota keluarga dari kota yang jauh di pulau Jawa, mengabarkan duka yang dikirim sangat singkat, hanya beberapa kata saja, “Ananda segera pulang, penting. Ibu Di Garut.”


Warna khas biru muda dan logo Telkom sebagai perusahaan negara terkemuka saat itu masih dapat saya ingat sampai hari ini. Pesan telegram dapat terbaca sebagian pada kolom sampul plastik yang melekat di amplop biru muda tersebut.


Telegram adalah isi pesan yang dikirim dari jarak jauh melalui perangkat mesin telegraf. Dalam sistem pembelajaran di sekolah dasar era 1980an juga dikenalkan dengan teknologi ini. 


Adalah Samuel Finley Morse orang yang mendemonstrasikan sistem pengiriman pesan telegram dari alat telegraf pada 6 Januari 1938 di Speedwell Iron Works di Morristown, New Jersey, AS. Ia lahir pada 27 April 1791 di Charlestown, Massachussetts.



Sistem kerja telegraf menggunakan aliran listrik untuk mengirimkan pesan berupa kode-kode melalui kabel, teknologi komunikasi ini sangat popular pada dekade 1920-an hingga 1930-an. Pada 1844, Morse untuk pertama kali mengirimkan telegram resmi pertamanya yaitu:  "Apa yang Tuhan lakukan?"


Beberapa tahun setelahnya, Morse terus berkutat untuk mengembangkan prototipe mesin telegraf bersama dua koleganya Leonard Gale dan Alfred Vail.

  

Penemuan ini kemudian memunculkan berbagai perusaan swasta, dengan hak paten ciptaa Morse, membangun jaringan telegraf di wilayah timur laut AS Pada 1951, perusahaan Mississippi Valley Printing Telegraph Company berdiri dan kemudian berubah menjadi perusahaan yang kini dikenal dengan nama Westen Union.


Pada 1861, Western Union menyelesaikan pembangunan jaringan telegraf melintasi wilayah Amerika Serikat. Lima tahun kemudian, jaringan telegraf untuk pertama kalinya melintasi Samudera Atlantik. Dan pada akhir abad ke-19, jaringan telegraf sudah merambah Afrika, Asia, dan Australia.


Telegram ini berisi kode-kode tertentu yang dikirimkan lewat telegraf. Selain itu, alat ini bisa menjangkau daerah-daerah dalam maupun luar negeri sebab menggunakan kabel bawah laut. Nah, kabel inilah yang menghubungkan satu lokasi ke lokasi lain yang dekat maupun sangat jauh jaraknya.


Selama Perang Dunia II, para petugas pengantar telegram dari Western Union menjadi pemandangan menakutkan karena biasanya mereka membawa kabar buruk dari medan pertempuran.


Setelah teknologi komunikasi berkembang pesat di abad ke-20, telegraf kemudian digantikan dengan sistem yang lebih cepat dan murah seperti telepon, faksimile, surat elektronik, atau aplikasi pesan singkat.


Di Indonesia, Telegram sudah beroperasi sejak masa kolonial di mana pada 23 Oktober 1856  awal mula layanan telekomunikasi telegraf digunakan dalam bentuk pengiriman pesan telegram dari Batavia ke Buitenzorg [Bogor].


Telegram terakhir tercatat dikirim pada tahun 2006 oleh sebuah perusahaan bernama Western Union. Kini teknologi komunikasi sudah sangat modern, ragam aplikasi pengiriman pesan tersedia dengan layanan cepat salah satunya WhatsApp.


Di mana kita bisa melihat mesin telegraf? di museum Pos Indonesia di Bandung. Pada beberapa kantor Telkom di sejumlah daerah di tanah air juga ada yang masih menyimpan benda teknologi pengiriman pesan pada zaman dulu, baheula. [arif ramdan]


BACA JUGA : 

Apa itu Teknologi Komunikasi?


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Telegraf Teknologi Pengirim Pesan Zaman Baheula

Terkini

Topik Populer

Iklan