Headlines
Loading...
Sulit Dalam Beristiqomah? Ini Dia Yang Harus Diperhatikan

Sulit Dalam Beristiqomah? Ini Dia Yang Harus Diperhatikan



                              Foto : Islamidia.com

Istiqamah berarti lurus tanpa menyimpang dengan meninggalkan semua bentuk larangan dan juga melazimi ketaatan kepada Allah SWT dan kepada Rasul-Nya secara berkelanjutan. Istiqamah ini bisa dikatakan gampang-gampang susah. Tapi ini sebenarnya tergantung kepada pemahaman kita.

Banyak orang mengartikan istiqamah adalah kita mampu menjaga kebaikan itu tanpa ada rasa hambatan dan terputus. Seperti sabda Rasulillah Saw: “ tidak akan istiqamah (dengan sempurna) keimanan seseorang hamba sampai hatinya istiqamah, dan hati seseorang hamba tidak akan istiqamah sampai lisannya bisa istiqamah.” (HR. Ahmad).

Kita tidak jauh dari istiqamah ketika beraktivitas. Maka ada dua hal yang perlu diperhatikan ketika beristiqamah. Yang pertama as-saddad, yaitu berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan sunnah Nabi SAW dengan sebaik-baiknya. Menyempurnakan keistiqamahan dalam beribadah. Sudah hakikatnya kita harus membawakan kesempurnaan dalam beristiqamah. Tapi pasti dalam menjalani istiqamah ada yang namanya malas, bosan, lelah, capek dan lainnya, kalau sudah merasa tidak bisa menyempurnakan keistiqamahan itu maka ada tahap yang kedua.

Yang kedua wa qaaribu, berusahalah mendekati istiqamah, jangan kita meninggalkan istiqamah karena merasa tidak mampu istiqamah sama sekali. Kalau kita menjaga kebaikan-kebaikan terus menerus, paling tidak walaupun berkurang amal shalih yang kita kerjakan itu lebih baik daripada tidak melakukannya sama sekali.

Allah SWT lebih suka amalan hamba-Nya yang rutin ia kerjakan walaupun hanya sedikit- sedikit. Kalau kita mampu menerapkan ini di kehidupan sehari-hari, Insyaallah kita mampu terus menyempurnakan istiqamah kita.

Istiqamah harus dilakukan lillah, billah, wa’ala amrillah. Lillah yaitu dilakukan iklas karena Allah SWT, semata-mata mengharap ridha Allah Ta’ala. Allah memerintahkan kita untuk beristiqamah yang artinya bahwa istiqamah itu termasuk bagian dari ibadah.
Billah bahasanya istiqamah hanya dapat dilakukan dengan mengarap pertolongan dari Allah Ta’ala.

‘Ala amrillah, harus sesuai dengan syariat Allah Ta’ala. Seperti firman-Nya dalam surah Hud ayat 112: “maka tetaplahkamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud : 112).

Orang yang sudah mampu menyempurnakan istiqamahnya , tidak boleh merasa hebat dengan amalannya, tertipu dengan amalannya, dan bangga dengan amalan yang telah ia kerjakan. Tetapi, hendaknya ia senantiasa bersandar kepada Allah, bersungguh-sungguh dan berharap kepada Allah Ta’ala agar amalan- amalan yang telah ia kerjakan diterima.

Maka berusahalah semaksimal mungkin dalam menetapi suatu amalan, namun jika tidak mampu maka minimal terus berusaha untuk mendekatinya dengan mengerjakan sedikit-sedikit tetapi berkelanjutan. [Laiyina Miska | Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi].
BACA JUGA: 


0 Comments: