Ie Bue Peudadah, Bubur Khas Aceh Saat Bulan Ramadhan

Share:
kuliner khas Aceh, dengang kekayaan rempah-rempahnya
WASATHA. COM|BANDA ACEH Aceh merupakan salah satu Provinsi Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan kuliner.Tak heran apabila Aceh disebut Daerah yang subur akan tumbuhan rempah-rempah.

Nah, dari rempah-rempah ini terciptalah salah satu makanan khas Aceh yang disebut Ie Bue Peudadah. Ie Bue ini memiliki arti "Air Nasi", dan peudadah memiliki arti "pedas". Namun jagan salah dulu, makna pedas ini bukan berasal dari cabe, melainkan dari jahe, kunyit, dan lada. bubur ini merupakan bagian menu wajib yang selalu dibuat oleh masyarakat Aceh selama bulan Ramadhan. 

untuk membuatnya, bahan utama yang harus disiapkan ialah beras. beras ini ditumbuk dulu kemudian masukan kedalam beulangoeng atau wajan besar bersama kunyit dan lada. lalu bahan lainya adalah santan dan air yang banyak, jika memang merasa kurang, bisa ditambahkan dengan ubi, jagung, dan daging. selain dari itu bubur ini juga ditambahkan dengan 44 macam dedaunan. Dedaunan ini dipercaya dapat menambah cita rasa yang nikmat juga membawa khasiat separti menyembuhkan gatal-gatal di kulit serta melancarkan pencernaan, bubur ini merupakan warisan turun temurun rakyat Aceh. 

Menarikya pembuatan bubur ini hanya dilakukan selama bulan Ramadhan, jika dibulan lainnya sangat jarang kita melihatnya, selain itu yang memasaknya adalah laki-laki. biasanya mereka memasaknya di meunasah atau mesjid setempat pada siang hari, kemudian di sore hari warga bisa mengambilnya.

perlu diingat bahwa kegiatan ini dialkukan dengan gotong royong sehingga tidak dipungut biaya dalam pembuatanya.Dari pembuatan bubur ini, kehangatan bulan Ramadhan sangat dirasakan oleh warga, karena proses memasaknya yang melibatkan banyak orang sehingga menjadi salah satu cara untuk memper erat tali silaturahmi mereka serta mempertahankan tradisi yang telah lama dilakukan oleh masyarakat Aceh.

(Rizki Maulana, Mahasiswa Komunikasi Dan Penyiran Islam UIN Ar-raniry)

No comments