Indonesia Lockdown : Bagaimana dengan Yang Tidak Bisa?

Share:

Laiyina Miska
CORONA, ini virus yang sedang hangat diperbincangkan diberbagai Negara. Virus yang awalnya muncul dari Wuhan, China ini menjadi catatan kelam dari awal tahun 2020. Virus ini semakin menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri kini sudah ada peningkatan jumlah kematian akibat Virus Corona. Total pasien positif COVID-19 yang meninggal menjadi 32 orang.

Pemerintah mengambil kebijakan lockdown (isolasi mandiri) guna untuk memutuskan rantai penyebaran agar memperlambat proses penyebaran virus ini. Dari jenjang PAUD hingga Sekolah menengah sudah menerapkan belajar di rumah, Universitas-universitas juga sudah menerapkan belajar Online, bahkan para pekerja juga sudah menerapakan Work From Home (WFH).

Lalu bagaimana dengan yang belum bisa menerapkan kebijakan ini? Seperti orang-orang yang harus bekerja demi sesuap nasi, sebagian tenaga pengajar yang harus tetap ke sekolah, dokter, perawat dan tenaga medis lainnya yang harus tetap bekerja di rumah sakit, para buruh yang bekerja di berbagai perusahaan. Serta para pekerja lain yang ingin work from home  tetapi tidak bisa.

Mereka yang tetap bekerja di luar rumah demi kebutuhan juga bisa meminimalisir penyebaran virus COVID-19 ini. Dengan cara tetap menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain, mengurangi kontak fisik, kurangi menyentuh muka terutama hidung, sering-sering mencuci tangan dengan sabun, dan ketika selesai beraktifitas di luar langsung mandi agar keluarga di rumah tidak tertular virus yang kemungkinan dibawa dari luar rumah.

Bagi yang sudah menerapkan lockdown dan bekerja dari rumah juga memiliki tanggung jawab besar dalam proses menghambat penyebaran virus ini. Libur bukan berarti merencanakan liburan atau jalan-jalan sesuka hati, tetapi libur untuk tetap di rumah, menjaga jarak satu sama lain, mengurangi kontak fisik dan kurangi keluar rumah jika tidak terlalu penting.  Kurangi jual beli barang yang tidak terlalu penting walau via Online sekalipun, karena virus ini juga bisa menyebar melalui benda-benda yang disentuh oleh orang yang terjangkit virus.

Menurut kesehatan, Virus ini bisa bertahan tidak terlalu lama pada benda-benda yang dihinggapinya seperti 3 hari pada benda yang berbahan plastik dan stainless steel, 24 jam pada benda berbahan karton, karena benda tersebut tidak memiliki sel. Virus ini akan bertahan lama dan aktif ketika berada di dalam sel tubuh manusia maupun binatang dan berfungsi sebagai parasite.

Virus ini dapat menyebar melalui udara yang lembab. Terbukti ketika ada orang yang batuk atau bersin mengeluarkan cairan yang mengandung virus dan menyebar ke udara dan bisa langsung memasuki tubuh orang lain ketika sedang dalam jarak yang dekat.

Maka dari itu bagi yang tidak memiliki pilihan untuk tetap bekerja di rumah, tetap semangat bekerja. Walaupun rentan terkena virus, tetapi masih ada jalan untuk mengahambat penyebaran virus itu.

Bagi yang di rumah aja, lockdown memang tidak bisa menghentikan virus ini, tetapi kita tetap bisa memperlambat penyebarannya. Lakukan bagianmu, kapan lagi bisa di rumah aja tapi tetap bisa selamatkan nyawa orang lain kalau bukan sekarang. Laiyina Miska (Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi).

BACA JUGA : 



No comments