Pemerintah Aceh Selengarakan SRA di Blangkejeren

Share:


WASATHA.COM, Blangkejeren - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DPPPA) menyelenggarakan pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.

Kegiatan ini akan digelar di beberapa sekolah seperti pada SD Negeri 2 Blangkejeren, SMP Negeri 1 Blangkejeren dan TK Negeri 1 Blangkejeren dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis-Sabtu (18-20/10/2019).

Amrina Habibi, Kabid Pemenuhan Hak Anak Aceh sekaligus pemateri acara mengutarakan bahwa SRA merupakan satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih, sehat, serta peduli terhadap anak-anak.

“Dengan terselengaranya kegiatan ini semoga bisa tercipta lingkungan hidup yang berbudaya, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di satuan pendidikan,” harapnya.

Ia juga mengatakan acara tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah dan dinas terkait.

“Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang stakeholder yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, Siswa/Siswi serta dinas terkait yang mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di lingkungan sekolah,” sebutnya.

Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Siti Maisarah. SE, Ketua Puan Addisa, Kompol Elviana, SH, Kanit PPA Polda Aceh sebagai jejaring mekanisme penanganan hukum.

Disela-sela acara kegiatan selaras dengan kegiatan BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau) mendapatkan asistensi dan pemantaun langsung dari Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Aceh (Isra) dan Pemerintah.

Amrina juga memaparkan pelakasanaan pelatihan ini mendapat respon posistif dari semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini diakhiri dengan penandatangan komitmen dan deklarasi SRA yang dilakukan dengan semangat bersama, dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen Kabupaten Kota Layak Anak yang ingin wujudkan oleh Pemerintah Aceh,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Kadri. SAg,  Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Blangkejeren.
Ia mengatakan pembinaan dan sosialisasi tersebut harus bisa terus berkelanjutan supaya mencapai target yang di inginkan.

“Motivasi sudah ada namun berharap ada proses pembinaan dan sosialisasi yang berkelanjutan sehingga target yang ingin dicapai akan terwujud ke depan,” harapnya.

Sementara itu, seorang siswi juga menyampaikan pandangannya dengan mengatakan sekolah ini adalah sekolah yang saya minati karena banyak kegiatan ekstra kurikulernya.

“Saya sangat mendukung adanya gagasan Sekolah Ramah Anak (SRA) serta memberikan usulan agar ada edukasi dan pembinaan tambahan terkait pendidikan keagamaan dan Aqidah agar ada perbaikan akhlak siswa yang ada,” ujarnya.

Adapun Ibu Maimunah, perwakilan guru juga bertekat akan memperbaiki semua aspek yang termasuk dalam indikator seperti peraturan.

“Sarana prasarana dan metode proses belajar. Pernyataan ini disambut semangat oleh perwakilan guru dari sekolah lainnya agar program ini dapat juga dikembangkan di semua sekolah yang ada di Kabupaten Gayo Lues,” pungkasnya.

Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan upaya mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama 8 jam anak berada di sekolah, melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah yang benar-benar aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi anak. []



No comments