Ini Cara Anak Millenial Menghidupkan Malam Ramadhan

Share:

WASATHA.COM - Malam-malam Ramadhan banyak sekali amalan yang dilipat gandakan jika dikerjakan oleh umat Muhammad SAW. Banyak masyarakat menghidupkan malam ramadhan dengan tarawih, tadarus, zikir, dan shalat malam. Pahala yang dijanjikan Allah SWT untuk hamba Nya yang taat di malam Ramadhan angat tidak terhingga dengan adanya juga keberkahan di segala perbuatan  kebajikannya.

Sebagaimana semangat para orang tua di berbagai kampung di Banda Aceh sedikit demi sedikit telah menurun dikarenakan faktor usia lanjut dan juga kelelahan sebab kerja di pagi hingga sore hari.

Malamnya pun, masjid dan meunasah rata-rata dihuni oleh kalangan pemuda dan remaja. Kebanyakan kalangan orang tua hanya mampu mengerjakan tarawih saja sedangkan tadarus malam didominasi oleh kalangan pemuda dan remaja.

Gema nada bacaan yang dilantunkan kalangan anak millenial membawa sebuah faedah untuk kalangan masyarakat yang bisa menaikkan nilai-nilai ibadah dalam diri mereka.

Waktu yang indah dan berbeda pada anak millenial yang menghidupkan tarawih dan tadarus dengan senantiasa melawan hawa nafsu yang menghambat segala ibadahnya.

Dengan dorongan orang tua mereka masing-masing dan para remaja kampung menonjolkan dirinya pada setiap malam ramadhan dengan kegiatan tadarus bareng. Bahkan ada juga beberapa dari diri mereka bersilaturrahmi ke berbagai kampung halaman kawannya untuk menebar ukhuwah Islamiyah yang konsisten terhadap efek perkembangan anak millenial antar kampung di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Salah satu amalan yang dihidupkan pada bulan ini adalah Tadarus. Tadarus biasanya dilakukan oleh masyarakat setempat di kota maupun di kampung. Seperti anak millenial sekarang tidak luntur juga semangatnya dalam menhidupkan tadarus Al-Quran dari tahun sebelumnya, meskipun sekarang gedget dalam genggaman mereka menghilangkan suasana indahnya ibadah ramadhan.

Alunan ayat suci Al-Quran disalurkan melalui toa atap masjid dan meunasah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Antusias dan semangat anak millenial di jaman sekarang mengalahkan orang tua di berbagai kampung.

Selesai tadarus mereka selalu mencoba membangunkan masyarakat kampung dengan perfome Hikayat Aceh atau Qasidah Aceh yang mereka sajikan sedemikian rupa yang berkaitan makna dengan sahur. Ini merupakan satu keunikan anak millenial di era sekarang.

Tentu dalam moment Ramadhan kita tidak ingin menyianyiakan kesempatan dalam beribadah. mengingat satu kebaikan saja harus dilakukan biarpun  i’tikaf dalam mesjid. Begitu juga dengan berbagi sedekah buka puasa, tarawih, dan tadarus malam.

Membaca Al Quran pada bulan Ramadhan sangat dianjurkan. Terlebih jika mampu hatam hingga beberapa kali. Namun alangkah lebih baiknya digelar pula kajian Al-Quran sehingga kembali kepada makna tadarus di malam Ramadhan.

Dengan rutin kalangan para remaja ini berlomba-lomba mengumpulkan pahala, selain tadarus mereka juga senantiasa melakukan ibadah yang lainnya. Dengan memperkuat  ibadah kepada Ilahi Rabbi, mereka juga mengetahui banyak manfaat tadarus di bulan suci ramadhan.

Berikut manfaat tadarus bulan Ramadhan :

Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
Segala amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan mendapatkan ganjaran pahala begitu berlimpah dari Allah SWT. Selain berpuasa dan sedekah, tidak terkecuali juga dengan tadarus Al Quran dengan niat yang bersih hati yang baik bisa kita raih pahala yang luar biasa dengan menghidupakan malam-malam ramadhan.

Membaca satu huruf Al Quran, akan dibalas dengan 10 kebajikan oleh Allah SWT, nabi Muhammad SAW bersabda: “siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Quran), maka baginya satu kebaikan itu di balas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi).

Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah Islamiyah merupakan sebuah rasa persaudaraan timbul dalam umat islam. Dengan adanya hal begini jadi dalam menjalankan ibadah tadarus lebih begitu harmonis lagi di berbagai mesjid dan meunasah.

Orang meyukai suasana tadarus yang banyak kalangan anak mudanya di bandingkan sebaliknya. Dikarenakan dengan banyak anak muda tadarus tersebut tidak menurun semangat akan tetapi kibaran rasa suka dan mau mengaji jadi lebih meningkat. 

Dalam kebersaman tadarus orang tua membangun ukhuwah dengan pemuda saling makan kue dan minum kopi di sela istirahat hingga di lanjutkan mengaji. Dalam variasi mengaji pun terlihat banyak seni bertilawah yang dialunkan dengan gabungan irama orang tua dan pemuda. Ukhuwah yang lain juga di manfaatkan keakuran orang tua dengan pemuda untuk saling berbagi pengalaman terbaik dalam hidupnya.

Jiwa lebih tenang dan tentram
Seseorang dalam kesehariannya pagi dan malam melantunkan ayat suci Al-Quran akan mendapatkan ketenangan hati yang damai terhadap kebaikan apa yang sudah ia perbuat kepada kalam Allah ta’ala.

Kedamaian seperti ini sangat baik didapati oleh para insan dengan mempersibuk diri di bulan Ramadhan dengan tadarus. Selain mendapatkan jiwa yang damai juga diberikan rezeki hidup yang penuh keberkahan selama mau menunaikan kebaikan terus menerus. Baik itu mengingat Allah dengan zikir maupun istigfar sebanyak-banyaknya.

Rasulullah juga bersabda yang bunyinya:

“Jika satu kaum berkumpul dalam majelis (baitullah) untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, maka pasti turun kepada mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan diingati oleh Allah di depan para malaikat yang ada padanya.”

Terhindar dari ghibah
Dalam lingkungan sosial, ghibah seringkali terjadi. Tidak hanya membicarakan orang di belakang, akan tetapi juga caci maki dan umbaran kebencian kepada orang lain sehingga menimbulkan permusuhan. Dengan adanya tadarus bisa menolak kebatilan yang hadir untuk dri kita sendiri. Dengan hal yang positif inilah dapat terjaga dari bahaya ghibah netijen.

Tentunya kita fokus terhadap ibadah di bulan suci ini dibandingkan dengan merujuk perkara ghibah. Jadi tiada orang jahat yang senantiasa melakukan ghibah untuk kita. Berkah mengaji Al-Quran terhindarnya keburukan dan mendatangkan segala kebajikan atas diri kita sendiri.

Gunakan kesempatan beribadah di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya karena bulan ini sangat mulia dari segi beribadah dan berbuat baik. Jangan hanya melanggar segala hal yang membatalkan pahala puasa dan ibadah puasa.

Medapatkan syafaat di hari kiamat

“Amalan puasa dan membaca Al Quran akan memeberikan syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat nanti.  Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memeberikan syafaat kepadanya. Dan Al-Quran pun berkata: Aku menahannya dari waktu tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberikan manfaat kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberikan syafaat,”(HR. Ahmad, Shahih At-Targhib).

Jadi, pada manfaat terkahir tadarus kita akan mendapatkan pertolongan dari Al-Quran langsung di hari kiamat tanpa hambatan. Dengan tadarus di malam Ramadhan kita bersama akan mendapatkan kebaikan dan syafaatnya di hari kiamat. Bahwa siapapun yang bertadarus di bulan Ramadhan akan mendapatkan syafaat di hari akhir dengan izin Allah SWT.

Maka tunggu apalagi wahai generasi millenial! Dalam meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci ini marilah hidupkan hari dan malam ramadhan dengan segala ibadah yang berlipat ganda pahalanya.

Agar di hari akhir nanti banyak amalan baik kita yang bisa menyelamatkan kita dari azab yang sangat pedih. Perlahan dan istiqomah dalam memperbaiki diri kita dengan penuh noda dosa . sang pencipta pasti memaafkan kesalahan hambanya. [Fauzan merupakan peserta Klinik Jurnalistik dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry]

No comments