Cecep Rahmat Terpilih Jadi Ketua Parasunda Aceh

Share:
Cecep Rahmat [kanan] bersama pengurus Parasunda


WASATHA.COM, BANDA ACEH - Cecep Rahmat terpilih sebagai Ketua Paguyuban Masyarakat Pasundan (Parasunda) Aceh masa bakti 2019-2023.

Formasi kepengurusan warga Sunda di Aceh itu juga menempatkan beberapa senior Pasundan yang sudah lama menetap di provinsi paling barat Indonesia ini.

Pada pemilihan 27 Januari di Auditorium RRI, Banda Aceh Cecep mengungguli senior Sunda lainya dengan raihan 91 suara melebihi suara Abah Mahfud dan Eni Yuningsih.

"Alhamdulillah saya diamanahkan memimpin warga Sunda. Ini amanah yang harus ditunaikan agar Parasunda dapat berkiprah dalam dinamika Aceh yang multikultural," katanya, Rabu (6/2/2019) dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi wasatha.com.

Cecep Rahmat saat ini tercatat sebagai pegawai di Fakultas MIPA Unsyiah.  Sejak tahun 1986 ditugaskan di Kampus Jantong Hate rakyat Aceh melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, sebagai teknisi.

"Kita telah lama menjadi bagian dari Aceh dan terus akan berkiprah dalam derap langkah pembangunan negeri ini, sebisa dan semampu warga Sunda yang ada di sini," ujarnya.

Cecep juga mengimbau Parasunda seluruh kabupaten kota di Aceh saling komunikasi agar dapat menjalin tali silaturahmi sesama warga Pasundan.

Cikal bakal Parasunda Aceh sudah berdiri sejak 1966. Saat itu masih bernama Karang Pamitraan dan pada tahun 2010 resmi berganti nama menjadi Parasunda Aceh.

Data resmi pada Sekretariat Parasunda tercatat sebanyak 1000 orang warga Sunda menetap di Banda Aceh.

"Sisanya tidak terdata di kabupaten kota dan ini masih kita himpun untuk dapat bergabung di Paguyuban," kata Cecep

Beberapa nama senior Sunda Aceh yang pernah mengurus Paguyuban antara lain, Alm Prof Utju Alibasya, Umar Machtub Esa, Nanang Junaidi, Lalan Sachlan, Firson Hadianto.[]

No comments