Delapan Cara Selektif Dalam Memilih Teman Sejati

Share:
Foto:wasatha.com/Ermit

SEBAGAI makhluk sosial, manusia tidak lepas dari orang-orang di sekitar, karena selalu adanya interaksi di dalam kehidupan. Kita bisa berteman dengan siapa saja tanpa memandang statusnya, terkadang kita sering berfikir berteman boleh dengan siapa saja yang penting  bisa menjaga diri sendiri. Namun kata “bisa menjaga diri sendiri” tidak menjamin terpeliharanya diri dari pengaruh teman-teman dilingkungan sekitar.

Lingkungan salah satu penentu kebiasaan seseorang, kehidupan lebih baik bila berada dalam lingkungan yang baik, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, pandai-pandailah memilih teman dilingkungan sekitar kita, seperti kita saat memilih barang yang bagus dan berkualitas.

Dari sekian banyak kebiasaan manusia adalah condong untuk mengikuti dan meniru orang lain, baik dalam kebaikan maupun keburukan.

Rasulullah SAW bersabda “ seseorang itu tergantung kepada agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kamu melihat siapa yang akan dijadikan temannya.” (HR. Ahmad).

Jadi, seperti apa yang bisa di jadikan teman sejati tentunya yang membuat keimanan kita semakin bertambah kepada Allah SWT. Nah, berikut ciri-cirinya:

Pertama, selalu mempunyai keinginan merasakan manisnya iman.

Kedua, sama-sama ingin mendapat naungan Allah Subhanahu Wata’ala di hari akhir nanti.

Ketiga, memiliki tujuan mendapatkan cinta Allah Subhanahuwata’ala.

Keempat, saling mengingatkan jika salah satu terkena silau dunia dan haawa nafsu.

Kelima, bersama-sama berjuang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Keenam, terpelihara dari iri dan dengki.

Ketujuh, tidak terbelisit pikiran untuk balas dendam ketika tersakiti.

Kedelapan, bahwasanya dia itu seorang dermawan.

Maka kebiasaan  inilah yang menuntun kita pada tingkat ketakwaan. Itulah sebabnya ketika kita mencintai seseorang hendaknya karena Allah SWT. Sebab, prinsip inilah yang akan menuntun langkah kita agar tidak tergelincir ke jalan sesat.

Pertemanan dengan lingkungan yang tidak baik tidak dapat menyelamatkan diri dari neraka. Pertemanan yang selalu menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar yang akan memperoleh rahmat Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 71 “Dan orang-orang yang beriman baik laki-laki dan perempuan, sebagian dari mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, membayar zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka mereka itu akan diberi rahmat Allah...”

Berada dilingkungan yang kurang menjalankan syariat agama, akan menjadi sumber berbagai tindakan yang membawa kesengsaraan baik di dunia dan di akhirat. Maka untuk wanita yang telah berada di lingkungan yang baik, maka bersyukurlah dan terus tingkatkan tali persaudaraan. [Ermit Salisda]/Tek

Baca Juga :

Keutamaan Memelihara Jenggot bagi Kesehatan