Ads Header

Breaking News

Keutamaan Memelihara Jenggot bagi Kesehatan

Foto: Google.com

ZAMAN yang modern ini apabila melihat seorang Pria yang berjenggot terasa aneh, pasalnya banyak dari kita menganggap bahwa Pria yang berjenggot adalah seorang terorris. Banyak juga yang beranggapan bahwa yang berjenggot itu sesat dan harus dijauhi. Padahal, tidak demikian.

Jenggot adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan tumbuh didagu, dan kumis tidak disebut dengan istilah jenggot.

Memelihara jenggot merupakan sunnah yang di anjurkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624).

Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)

Masihkah anda beranggapan bahwa setiap yang memiliki jenggot itu adalah orang-orang yang harus dijauhi?

Tahukan anda bahwa jenggot memiliki manfaat bagi kesehatan? Berikut manfaat memelihara jenggot bagi kesehatan.

Pertama, Jenggot sebagai pelindung dari sinar ultraviolet, karena dari hasil penelitian University Of Southern mengatakan bahwa jenggot yang tumbuh mampu melindungi 95 persen kulit dari paparan langsung sinar UV.

Kedua, Jenggot juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya resiko kanker pada kulit.
Ketiga, jenggot juga bermanfaat untuk memperlambat penuaan pada kulit. Karena jenggot yang tertutupi jenggot akan terlihat lebih muda.

Keempat, Jenggot bermanfaat sebagai perangkap sumber alergi. Sama seperti halnya rambut pada hidung yang dapat menangkap kotoran dan sumber polusi yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Kelima,  Mempercepat penyembuhan penyakit flu dan batuk. Karena jenggot yang tebal di bawah dagu dan leher sangat membantu menjaga suhu pada leher agar tetap hangat.

Keenam, selain untuk kesehatan,  manfaat yang paling penting bagi pria adalah jenggot dapat membuat seorang lelaki itu menarik dan terlihat maskulin didepan para wanita karena adanya jengot yang tumbuh.[Teuku Emi Kurniawan]/Rzk


Sumber : Islamiqpedia