Filosofi Busana Muslimah Batik Kelor Khas Kota Palu

Share:




PERLOMBAAN busana Muslimah pada pekan Ilmiah Olah Raga seni dan Riset (PIONIR) VIII, Merupakan Perlombaan Pertama yang diadakan di Museum UIN Ar-Raniry,Sabtu (29/04/2017).

Perlombaan ini diikuti oleh 19 kontingen yang dimulai pada pukul 09.30 wib. Busana muslimah memiliki gaya tarik tersendiri dikalangan masyarakat. Terutama para Remaja Perempuan yg memiliki  selera pakaian dengan style yang tinggi dan bervariasi. Sehingga pada  PIONIR  kali ini, Panitia  membuka cabang lomba desaign Busana dan lomba gerakan Busana muslimah dengan tipe pakaian modis tapi syar’i.  

Para peserta menampilkan busana khas dari daerahnya masing-masing. Seperti khusnul khatimah, salah satu peserta perwakilan IAIN PALU. Ia bangga mengenakan busana khas palu yang berwarna merah dan hijau. Karena desaigner palu menyimpan banyak  cerita dibalik bentuk busana yang unik tersebut. seperti  filosofi    busana yang ia kenakan bertema batik kelor teluk khas kota palu. Busana ini menjelaskan tentang suku-suku yang mendominasi di kota palu  tersebut, Seperti suku Kaili dan suku Bugis. Sedangkan rok yang ia kenakan berbentuk lengkung menggambarkan teluk palu itu sendiri.

selain bentuknya yang modis, busana muslimah juga memiliki manfaat tersendiri seperti menapilkan percaya diri dan rasa senang yang dirasakan,Terutama, Para Remaja ketika mengenakan pakaian modis tapi syar’i seperti ini. Selain itu, Model gaya busana tersebut juga dapat mempertahankan kebudayaan dan  mengurangi tingkat pembaharuan budaya luar terhadap gaya berbusana masyarakat yang ada.

" Karena saya ingin mengenalkan Kota palu itu sendiri, seperti yang saya gunakan ini, itu bertemakan batik Kelor Teluk Palu, Batik Kelor itu makanan Khas dari kota palu, saya kenakan bewarna merah dan hijau yang mana warna itu suku bugis punya, Jadi baju ini menggambarkan suku-suku yang mendominasi di kota palu, yaitu suku Kaili da suku Bugis, dan Rok yang dibawah ini, lengkungan itu menggambarkan Teluk palu itu sendiri " Ujar Khusnul saat diwawancarai Kru Wasatha

" dengan sesuai kemajuan Mode, walaupun kita menggunakan hijab, tapi jangan terputus sampai kesitu pakaiannya, kita bisa syar'i dan menutup Aurat  tapi juga bisa menggunakan mode fashion zaman Sekarang " Ujarnya kembali. [Desi Laila Sari]/Rzk