Alue Naga, Surga Berburu Sunset

Share:
 FOTO : http://www.wasatha.com/ Rahmah]
DUA orang sedang bermain riang di dalam air.  Sebagian  lainnya tengah bermain bola di pasir nan putih, tepat di pinggiran pantai. Sekelompok pemuda sedang mengabadikan sunset (momen matahari tenggelam) dari atas tanggul-tanggul yang tersusun bebatuan, tepat di bibir pantai.

Barisan rimbun Pohon pinus dan mangrove di sepanjang jalan menuju lokasi, meneduhkan para pelintasnya. Di tepi kanan,  hamparan aliran sungai luas Lamnyong yang mengarah langsung ke laut akan memberikan decak kagum siapa saja yang melewatinya.

Pantai Alue Naga. Terletak di daerah Kajhu, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Hanya 10 KM dari pusat kota menuju tempat tersebut. Pantai ini sering dijuluki surga berburu sunset. Selain tempatnya yang strategis untuk mengabadikan momen matahari terbenam, pantai ini juga menyuguhkan pemandangan yang terbilang masih sangat asri.

Di tepi kiri, tambak-tambak para nelayan menambah keelokan semburat langit senja kemerah-merahan yang eksotis menambah keindahan pantai di sore hariDitengah laut terlihat kerangka jembatan yang menjadi saksi  sejarah keganasan Tsunami Aceh pada 2004 lalu.

Menjelang sore hari, sepanjang jalan menuju lokasi selalu ramai. Tak jarang, tambak-tambak di pinggiran pantai banyak dikunjungi warga. Di sana menjadi  tempat spot memancing, terutama pada akhir pekan seperti ini.

“ Disini emang sering ramai kalo udah sore, apalagi kalo cuaca nya bagus, orang-orang pada nunggu sunset,” kata Oni, salah seorang pengunjung yang sedang menikmati sunset dan angin sore ditemani gorengan hangat, Sabtu (8/4/2017).

Tempat ini menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk melepas penat setelah menyelesaikan aktivitas kuliah selama sehari penuh. Selain lokasi pantai terbuka bagi siapapun, pengunjung tak perlu merogoh kocek untuk menikmati keindahan sunset di sana. Meskipun demikian, warga setempat mendirikan pamplet sederhana berisi himbauan kepada para pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan pantai.

Namun, kurangnya pemberdayaan dari pemerintah daerah setempat, membuat pantai ini jauh dari sarana dan fasilitas yang memadai. Terutama tempat jajanan, kebanyakan para pengunjung menyiapkan bekal makanan dan camilan ringan terlebih dahulu dari rumah atau  membelinya dari luar. [Rahmah Atikah]/Ron