Banda Aceh -- Warung kaki lima di sekitar kawasan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry masih menjadi pilihan banyak mahasiswa. Selain menawarkan harga yang terjangkau, warung tersebut juga menyediakan beragam menu dan mudah dijangkau dari lingkungan kampus.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Nayaka Sueda, mengaku cukup sering membeli makanan di warung kaki lima. Menurutnya, selain lokasinya dekat, suasana yang ditawarkan berbeda dari kantin fakultas sehingga menjadi alternatif ketika ingin mencari tempat makan yang lebih santai.
“Kalau lagi bosan makan di kantin fakultas, saya sering ke sini karena suasananya beda,” ujarnya.
Nayaka mengatakan harga makanan di warung kaki lima relatif terjangkau bagi mahasiswa. Meski beberapa menu memiliki harga yang hampir sama dengan kantin fakultas, sebagian makanan di kantin dinilai lebih mahal sehingga warung menjadi pilihan yang lebih ramah di kantong.
Selain faktor harga, keberagaman menu juga menjadi alasan mahasiswa memilih warung kaki lima. Banyaknya pilihan makanan membuat mahasiswa lebih leluasa menyesuaikan menu dengan selera masing-masing.
“Di sini pilihannya lebih banyak, jadi tidak bosan. Kalau di kantin fakultas menunya kadang itu-itu saja,” katanya.
Dari sisi kenyamanan, Nayaka menilai kondisi warung sudah cukup baik. Area makan yang teduh serta suasana yang santai membuat mahasiswa merasa nyaman untuk menikmati makanan maupun berbincang bersama teman setelah mengikuti perkuliahan.
Menurutnya, keberadaan warung kaki lima juga membantu mahasiswa karena lokasinya strategis dan tidak jauh dari kampus. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari tempat makan saat jam istirahat.
Meski demikian, ia berharap fasilitas di sekitar warung dapat terus ditingkatkan, terutama akses menuju area makan agar lebih nyaman digunakan saat musim hujan.
“Kalau bagian jalannya dirapikan atau diberi alas, mungkin pengunjung akan lebih nyaman karena tidak becek saat hujan,” tuturnya.
Keberadaan warung kaki lima di sekitar kawasan kampus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mempertimbangkan harga dalam memilih tempat makan. Kemudahan akses, variasi menu, dan suasana yang nyaman turut menjadi faktor yang membuat warung kaki lima tetap diminati. [Miftahul Jannah]
