Iklan

Iklan

Kios Kaki Lima di Darussalam Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat

6/20/26, 21:03 WIB Last Updated 2026-06-20T14:03:30Z


BANDA ACEH – Ramainya aktivitas pendidikan di kawasan Darussalam membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Salah satunya terlihat dari keberadaan kios kaki lima yang setiap hari melayani kebutuhan mahasiswa, dosen, dan warga sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi para pedagang.


Kawasan Darussalam dikenal sebagai pusat pendidikan di Kota Banda Aceh karena menjadi lokasi berbagai perguruan tinggi. Tingginya mobilitas masyarakat di kawasan ini mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil, termasuk kios kaki lima yang menyediakan berbagai kebutuhan harian dengan harga terjangkau.


Berbagai barang dijual di kios-kios tersebut, mulai dari makanan ringan, minuman, mi instan, air mineral, telur, roti, alat tulis, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Keberadaan kios memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan yang lokasinya lebih jauh.


Dalam wawancara yang dilakukan pada, Sabtu (20/6/2026), salah seorang pedagang, Dahyun (23), mengatakan lokasi usahanya yang berada di sekitar kawasan kampus menjadi salah satu faktor yang membuat kiosnya ramai dikunjungi pembeli setiap hari.


“Lokasi saya berjualan sangat strategis karena berada di sekitar kampus, sehingga setiap harinya banyak pembeli yang mampir. Mahasiswa sering membeli makanan ringan, minuman, atau kebutuhan sehari-hari sebelum pulang ke kos maupun saat sedang beraktivitas di kampus,” ujarnya.


Menurut Dahyun, sebagian besar pelanggannya merupakan mahasiswa yang tinggal di rumah kos sekitar Darussalam. Selain mahasiswa, pegawai kampus dan warga sekitar juga menjadi pelanggan tetap yang berbelanja hampir setiap hari.


Pendapat serupa disampaikan oleh Ibu Nadia (35), pedagang yang telah menjalankan usahanya selama sekitar dua tahun di kawasan tersebut. Ia menilai keberadaan kios memberikan kemudahan bagi mahasiswa, terutama yang tinggal jauh dari keluarga dan tidak memiliki kendaraan pribadi.


“Saya berjualan di sini sepertinya lebih banyak manfaatnya untuk sebagian mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan untuk membeli bahan makanan di pasar. Mereka bisa membeli kebutuhan sehari-hari dengan lebih mudah karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal,” katanya.


Selain memudahkan masyarakat, kios kaki lima juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga. Aktivitas jual beli yang berlangsung setiap hari turut menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan pedagang, pemasok barang, dan konsumen.


Di tengah berkembangnya minimarket dan toko modern, kios kaki lima masih mampu mempertahankan eksistensinya. Faktor kedekatan dengan pelanggan, kemudahan akses, serta pelayanan yang cepat menjadi alasan mengapa usaha kecil tersebut tetap diminati masyarakat.


Keberadaan kios kaki lima di kawasan Darussalam menunjukkan bahwa usaha mikro masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Selain memudahkan warga dan mahasiswa memperoleh kebutuhan sehari-hari, aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari juga membantu menciptakan peluang usaha dan menggerakkan roda ekonomi di lingkungan sekitar.


[Ulva Khairunnisa]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kios Kaki Lima di Darussalam Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat

Terkini

Topik Populer

Iklan