Banda Aceh - Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar yudisium bagi 157 mahasiswa program sarjana pada Kamis (11/6/) di Aula Lantai 3 Gedung SBSN Fakultas Psikologi. Kegiatan ini menjadi tahap akhir akademik sebelum para mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dari lima program studi di lingkungan fakultas tersebut.
Dekan FUF, Prof Salman Abdul Muthalib, dalam sambutannya menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih luas di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa gelar sarjana yang diperoleh para lulusan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada Tuhan, almamater, maupun masyarakat.
“Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, masyarakat membutuhkan sosok sarjana yang mampu menjadi pencerah, pemikir, peneliti, pendidik, dan agen perubahan,” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUF, Prof. Maizuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yudisium terdiri atas 42 lulusan gelombang pertama dan 115 lulusan gelombang kedua, dengan total 80 laki-laki dan 77 perempuan. Lulusan tersebut berasal dari lima program studi, yaitu Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Sosiologi Agama, serta Ilmu Hadis.
Sementara itu, dalam orasi ilmiah, dosen FUF sekaligus akademisi UIN Ar-Raniry, Prof Ernita Dewi, menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental di era digital yang dipengaruhi oleh perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membawa dampak signifikan terhadap kondisi psikologis masyarakat, termasuk meningkatnya stres, depresi, dan gangguan mental. Menurutnya, kesehatan jiwa tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga spiritualitas dan makna hidup.
“Jiwa yang sehat tidak dapat dipisahkan dari kedekatan kepada Allah, interaksi sosial yang baik, serta kemampuan manusia memahami makna hidup secara benar,” pungkasnya. [Syaqira Assyabirra]
