Seminar proposal atau sempro merupakan salah satu tahap penting dalam dunia perkuliahan. Namun, bagi sebagian besar mahasiswa, sempro sering dianggap sebagai momen yang menegangkan bahkan menakutkan. Hal tersebut membuat sebagian mahasiswa merasakan gugup berlebihan, sulit tidur, overthinking, hingga kehilangan rasa percaya diri sebelum presentasi dimulai.
Hal ini muncul adanya rasa takut terhadap kesalahan dan revisi dari dosen penguji. Mahasiswa sering berpikir bahwa kesalahan kecil akan membuat mereka dianggap tidak mampu. Selain itu, kurangnya pengalaman berbicara di depan umum membuat sebagian mahasiswa sulit mengendalikan rasa gugup saat presentasi.
Media sosial juga ikut memengaruhi pola pikir mahasiswa. Banyak cerita mengenai sidang yang menegangkan atau penguji yang “killer” tersebar di internet sehingga menimbulkan ketakutan sebelum sempro dimulai.
Sebagai Mahasiswa kita juga perlu melatih kemampuan presentasi dan mengurangi kebiasaan overthinking. Dukungan dari teman, dosen pembimbing, dan lingkungan kampus sangat penting untuk membantu mahasiswa lebih percaya diri.
Menurut saya, sempro seharusnya dipandang sebagai proses belajar, bukan sebagai sesuatu yang menakutkan. Dosen penguji pada dasarnya ingin membantu mahasiswa memperbaiki penelitiannya agar menjadi lebih baik.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir positif dan mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi materi maupun mental. [Firdausina]
