Banda Aceh - Unit Pelaksana Teknis Pusat Layanan Internasional (International Office/IO) bersama Student Volunteers International Office (IOV) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Study in Ireland: Emerald Dreams”, Sabtu (26/4/2026).
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini
diikuti oleh 57 peserta. Webinar tersebut membahas sistem pendidikan, peluang
beasiswa, serta prospek karier bagi mahasiswa internasional di Irlandia.
Dalam sambutannya, Prof. Saiful Akmal berharap kegiatan ini
dapat membuka wawasan mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya memperluas
jaringan intelektual dan mendorong minat studi ke luar negeri, tidak hanya ke
negara tujuan tradisional seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan
Australia.
Webinar ini menghadirkan Imam Munandar, S.Pd.I., M.TESOL.,
akademisi dari University of Galway (UG), sebagai narasumber utama. Ia
menjelaskan bahwa Irlandia memiliki sistem pendidikan tinggi yang diakui secara
internasional dan terhubung erat dengan dunia riset serta industri.
Menurutnya, salah satu keunggulan Irlandia adalah penggunaan
bahasa Inggris dalam proses pembelajaran. Hal ini memudahkan mahasiswa
internasional dalam mengikuti perkuliahan tanpa kendala bahasa.
Ia juga memaparkan bahwa sistem pendidikan tinggi di
Irlandia terdiri dari beberapa jenis institusi, seperti universitas,
universitas teknologi, perguruan tinggi pendidikan, dan institusi spesialis.
Kualitas pendidikan di negara tersebut diatur dalam National
Framework of Qualifications (NFQ) yang memiliki sepuluh level. Program yang
umum diambil mahasiswa internasional berada pada level 7 hingga 10, mulai dari
sarjana hingga doktoral, dengan pengawasan dari Quality and Qualifications
Ireland (QQI).
Terkait perkuliahan, tahun akademik di Irlandia berlangsung
dari September hingga Mei dan terbagi dalam dua semester. Untuk pendaftaran,
calon mahasiswa sarjana mendaftar melalui Central Applications Office,
sementara program pascasarjana dilakukan langsung ke universitas tujuan.
Dalam sesi tersebut juga dibahas biaya hidup di Irlandia
yang berkisar antara €10.000 hingga €20.000 (euro) per tahun. Biaya terbesar
biasanya untuk akomodasi, dengan kisaran €400 per bulan untuk kamar bersama dan
di atas €850 untuk kamar pribadi.
Meski demikian, tersedia berbagai program beasiswa, seperti
Government of Ireland International Education Scholarships (GOI-IES), yang
dapat membantu mahasiswa secara finansial.
Selain itu, mahasiswa internasional juga memiliki peluang
kerja melalui Third Level Graduate Scheme. Program ini memungkinkan lulusan
untuk tinggal sementara di Irlandia guna mencari pengalaman kerja, khususnya di
sektor teknologi, farmasi, dan keuangan.
Menutup sesi, Imam Munandar memberikan motivasi kepada
peserta agar tetap semangat meraih cita-cita. Ia mengajak mahasiswa untuk
percaya pada usaha dan tidak meremehkan mimpi. [Nora Hasrita]
