Universitas Syiah Kuala (USK) resmi melakukan penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik, sebagai langkah nyata mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam penghematan energi dan transformasi digital.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026, yang merujuk pada arahan nasional mengenai percepatan tata kelola pemerintahan yang efisien.
Penerapan pola kerja baru ini bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan upaya responsif terhadap kondisi geopolitik global yang belum stabil, yang menuntut langkah preventif dalam penghematan energi dan peningkatan efisiensi operasional di lingkungan instansi pemerintah.
Mulai April 2026, USK menerapkan pola kerja Work From Office (WFO) pada Senin hingga Kamis, dan Work From Home (WFH) pada hari Jumat bagi pegawai. Penyesuaian ini dirancang agar produktivitas tetap terjaga meski mobilitas fisik dikurangi.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menekankan bahwa seluruh civitas akademika harus memiliki kesadaran kolektif terhadap efisiensi sumber daya.
"Kita harus bergerak cepat merespons kondisi dunia. Kebijakan ini adalah cara kita berkontribusi pada ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi mobilitas yang tidak mendesak dan beralih ke layanan digital, kita tidak hanya bekerja lebih cerdas, tapi juga lebih efisien dalam penggunaan energi kampus," tegas Prof. Mirza.
Sebagai langkah konkret, Rektor menginstruksikan pembatasan penggunaan kendaraan dinas untuk urusan yang tidak mendesak serta pengaturan suhu pendingin ruangan (AC) paling rendah pada 25°C di seluruh unit kerja.
"Untuk mendukung penghematan energi tersebut, USK mengoptimalkan platform digital bagi mahasiswa semester 5 ke atas dan pascasarjana melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang proporsional," ujar Rektor.
Meski demikian, kegiatan yang memerlukan kehadiran fisik seperti praktikum laboratorium, klinik, dan praktik lapangan tetap dilaksanakan secara tatap muka dengan protokol efisiensi yang ketat.
Layanan administrasi, bimbingan tugas akhir, hingga rapat akademik kini relatif diarahkan melalui platform daring, untuk meminimalkan pergerakan fisik yang tidak perlu. []
