SORE hari di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, selalu punya cerita seru. Saat matahari mulai teduh, kawasan ini dipenuhi warga yang antusias berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.
Di sela-sela keramaian itu, terlihat pemandangan
menarik berupa deretan fotografer yang sibuk membidikkan kamera mereka ke arah
warga yang sedang beraktivitas.
Bagi para fotografer, momen golden hour atau saat matahari hampir terbenam adalah waktu yang paling ditunggu. Mereka biasanya sudah siaga di titik-titik strategis, seperti di pinggir lintasan atau dekat gerbang masuk stadion, demi mendapatkan sudut pandang yang pas.
Dengan bantuan pencahayaan alami yang dramatis, setiap gerakan masyarakat
yang sedang berolahraga bisa tertangkap kamera dengan hasil yang jauh lebih
hidup.
Menariknya, banyak warga yang sengaja menggunakan jasa para fotografer ini bukan Cuma untuk sekadar gaya-gayaan di media sosial. Hasil foto yang jernih dan profesional ternyata sangat berguna bagi mereka untuk mengevaluasi diri.
Dengan melihat detail foto
tersebut, seseorang bisa menilai apakah teknik olahraga yang mereka lakukan,
seperti posisi tubuh atau langkah kaki saat berlari, sudah benar atau masih
perlu diperbaiki.
Untuk mendapatkan hasil jepretan
berkualitas tinggi ini, masyarakat biasanya hanya perlu merogoh kocek mulai
dari Rp15.000 saja per fotonya. Harga tersebut dirasa sangat sepadan dan
terjangkau jika dibandingkan dengan kepuasan visual serta manfaat edukatif yang
didapatkan. Hal ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara
masyarakat yang ingin sehat dan fotografer yang ingin berkarya.
Aktivitas memburu momen ini akhirnya membuat Stadion Harapan Bangsa tidak hanya menjadi tempat untuk berkeringat saja. Kawasan Lhong Raya kini telah bertransformasi menjadi ruang kreatif yang menyenangkan, di mana olahraga dan seni fotografi menyatu setiap sorenya.
Pemandangan ini pun menjadi bukti bahwa sudut kota Banda Aceh selalu punya sisi menarik yang layak untuk diabadikan dalam sebuah bingkai foto. [Nasywa | Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh]
