Istanbul - Lebanon melaporkan serangan Israel dan peningkatan aktivitas drone di bagian selatan pada hari Minggu, menandai pelanggaran lain terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024, lapor Anadolu Ajansi (AA) mengutip media lokal.
Sebuah drone Israel menembakkan tiga rudal ke arah sebuah pikap di daerah antara Al-Sawwaneh dan Kirby Shelm di Distrik Bint Jbeil, menyebabkan kerusakan properti, menurut kantor berita resmi NNA. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan itu.
NNA juga melaporkan drone Israel terbang pada ketinggian rendah di Distrik Tyre dan daerah sekitarnya, Provinsi Nabatieh, daerah Iqlim Al-Tuffah, serta beberapa bagian di Bint Jbeil. Pasukan militer Israel juga melakukan operasi penggeledahan menggunakan senjata berat di pinggiran kota Alma Al-Shaab di Tyre.
Militer Israel belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait serangan tersebut. Ketegangan di Lebanon selatan meningkat sejak beberapa minggu terakhir, dengan tentara Israel mengintensifkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon dengan alasan menargetkan anggota dan infrastruktur Hizbullah.
Tentara Israel telah membunuh lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 lainnya dalam serangan ke Lebanon yang dimulai pada Oktober 2023 dan berubah menjadi serangan besar-besaran pada September 2024. [Tuan Muhammad Akma Asyraaf]
