Iklan

Iklan

Mahasiswa KPI Selenggarakan Klinik Jurnalistik Angkatan IV Secara Daring

1/02/21, 16:54 WIB Last Updated 2021-01-02T10:13:02Z

Laporan: Saifur Razi


WASATHA.COM, BANDA ACEH -  Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, kembali menyelenggarakan klinik jurnalistik gelombang ke IV, Sabtu (2/1/2021).

 

Acara yang bertajuk “Jurnalisme Warga dan Muda Aceh Berliterasi Aktif" tersebut dilakukan secara daring dan diikuti oleh puluhan peserta di Aceh.

 

Klinik tersebut dibuka langsung oleh Arif Ramdan, Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry. Dalam sambutannya Arif sangat mengapresiasi para peserta yang terlibat dalam acara tersebut, menurutnya klinik jurnalistik ini bertujuan untuk mengenalkan ilmu jurnalistik khususnya jurnalisme warga kepada seluruh masyarakat di Aceh.

 

"Ini adalah pelatihan jurnalistik yang ke empat kalinya di adakan oleh Klinik Jurnalistik. Dalam pelatihan ini nantinya teman-teman akan dibekali ilmu tentang jurnalistik, fokus kita lebih kepada jurnalisme warga itu sendiri. Kami mengapresiasi atas partisipasi teman-teman semua pada acara ini," ungkapnya.

 

Sementara pemateri acara, Yusmadi Yusuf atau lebih dikenal Abu Yus dalam materinya menuturkan bahwa saat ini semua orang bisa menjadi jurnalis, tak terkecuali di Aceh.

 

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat sudah lumrah dengan istilah jurnalisme warga atau dengan sebutan lain citizen journalism. Namun, ada perbedaan mendasar antara jurnalis warga dengan jurnalis profesional.

 

"Wartawan profesional mereka memilki prinsip yang sangat ketat, terikat aturan dewan pers, serta berdasarkan sertifikasi yang dilindungi oleh hukum,” jelasnya.

 

Sementara jurnalis warga, kata Abu Yus belum dilindungi secara hukum, yang kemungkinan bisa terjerat hukum.

 

“Untuk itu jurnalis warga dituntut agar melakukan observasi secara langsung tanpa menambahkan klaim, opini, maupun asumsi-asumsi lain yang dapat membahayakan diri pewarta itu sendiri," sebutnya.

 

Pemred Acehsatu.com itu juga menuturkan terkait dengan pengutipan informasi yang beredar di media sosial secara sepihak, dirinya menyarankan agar terlebih dahulu melakukan verifikasi.

 

"Data maupun informasi yang beredar tidak dapat ditelan mentah-mentah, melainkan harus terlebih dahulu ditindaklanjuti dengan konfirmasi ke pihak terkait maupun pengembangan lebih jauh," tutupnya.

 

Adapun klinik ini bekerja sama dengan Bandar Publishing, Sagoe.id, BFLF Indonesia, Wasatha.com, Reportaseaceh, Aceh Satu Media, Antero FM, dan Bashirahnews.com. []

 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mahasiswa KPI Selenggarakan Klinik Jurnalistik Angkatan IV Secara Daring

Terkini

Topik Populer

Iklan