Iklan

Iklan

Berjuang untuk Menang

7/24/20, 16:26 WIB Last Updated 2020-07-30T06:23:53Z

“Perjuangan itu memang tidak mudah, namun apapun tantangannya kita tetap harus berusaha dan tidak boleh menyerah,”

ITULAH kalimat pembuka pada buku berjudul “Berjuang untuk Seimbang” yang ditulis Prof Eka Srimulyani. Buku yang belum lama beredar ini, diluncurkan dengan model daring dengan penerbit Bandar Publishing, Banda Aceh.

Buku ini telah menyedot perhatian publik, selain ditulis oleh seorang perempuan karir, buku “Berjuang untuk Seimbang” telah memantik kepenasaran akan apa sesungguhnya yang sodorkan Prof Eka di buku tersebut. Meski pada sampul depan telah ditegaskan buku ini merupakan catatan sederhana tentang keluarga dan kerja. Memotret keseharian Prof Eka yang bergelut di dunia akademik, keluarga, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof Eka menarasikan pengalaman hidup, bagaimana memerankan diri sebagai seorang ibu rumah tangga yang memiliki tugas lain. Terbagi ke dalam empat bab, penulis menyodorkan suatu keadaan yang ia jalankan selama bergelut di dunia akademik dan bagaimana mengatur waktu untuk keluarga, suami, dan anak-anak. Perih, pahit, panik, bosan, dan juga hampir putus asa terekam dalam buku ini.

Suatu yang tidak mudah untuk dijalani oleh seorang Eka Srimulyani, dan ini sesungguhnya dijalani juga para perempuan karir lainnya.  Namun, Prof Eka, punya waktu membagi kisah itu di dalam buku ini, dan menjadi menarik disimak dalam perjalanan panjang hingga meraih posisi tertinggi di dunia akademik, yakni seorang Guru Besar.

Kisah perjalanan Prof Eka mengalir dinarasikan di buku ini, penulis telah memilah kisah-kisah yang memantik hikmah dan menjadi ibrah bagi pembaca buku ini. Bagaimana mengurus anak, berkejaran dengan waktu, dan membaktikan diri pada suami, meski tidak gamblang dinarasikan Eka, namun pembaca dapat memahami ini bukan suatu perkara mudah.

Model penulisan buku catatan harian seperti ini, tentu memiliki kekurangan pada sisi objektivitas. Penulis suka atau tidak akan terjebak pada subjektivitas yang penilaiannya ada pada para pembaca. Pada buku ini, kita dapat melihat bagaimana sisi manusiawi seorang perempuan dalam menarasikan rasa, meski ia seorang Profesor, namun narsisme itu ada pada semua orang, termasuk pada diri Prof Eka Srimulyani.  Pada setiap bagian di buku ini, ia terlihat tidak kuasa mengendalikan simbol smile emotion jika sampai pada narasi yang menakjubkan tentang apa yang telah dialami dirinya.

Membaca buku Berjuang untuk Seimbang,  kita akan mendapati suatu model penulisan buku yang tidak lazim. Tetapi Prof Eka mengajari kita, bahwa berbagi itu tidak harus seserius seperti yang banyak dilakukan penulis lain dalam banyak buku biografi. Prof Eka mencoba mengalirkan kisah apa adanya, ia sepertinya tidak mau terikat dengan aturan akademik yang selama ini ‘membelenggunya’ terutama dalam model penulisan karya ilmiah.

Di buku ini, ia bisa menjadi seorang penulis millenial yang riang saat berbagi tanpa mau peduli apakah pembacanya suka atau tidak. Beberapa narasi di buku menunjukkan Prof Eka telah keluar dari kesan kaku seorang guru besar kebanyakan. Dalam gaya penulis buku ini, ia tak sungkan ‘turun‘ tahta ke kelas penulisan popular seperti kebanyakan para novelis kenamaan. Sajian di buku ini,  tentu akan sangat berbeda dari banyak buku ilmiah yang ia tulis sebelumnya yang berkutat pada tiori akademik dan seabrek rujukan ilmiah.

Berjuang untuk Seimbang, sejatinya bukan saja merupakan narasi dari satu proses ke proses lain dalam menjalani hidup menuju tujuan yang hendak dicapai. Buku ini, telah secara nyata memberi pelajaran penting bahwa berjuang itu tidak bisa sendiri, apalagi jika sudah berkeluarga. Perlu kesamaan pemahaman akan peran yang mesti dijalankan setiap pasangan yang membina keluarga hingga masing-masing mendapati cita-cita yang dimimpikannya.

Setebal 215 halaman, pembaca disuguhi catatan perjalanan bagaimana Prof Eka berjuang untuk berbagi menjadi lebih seimbang, antara karir, suami, dan anak-anaknya. Tidak sampai di situ, perjuangan Eka untuk seimbang yang ia narasikan dalam buku ini juga melibatkan peran keluarga besar yang memegang teguh adat Aceh di Nagan Raya.

Membaca buku ini, bisa jadi hanya mendapati catatan sederhana tentang sisi manusiawi seorang Eka Srimulyani. Meski bergelar Profesor, Eka juga perempuan biasa pada umumnya yang memerankan tugas untuk dapat berbagi.

Meskipun ia memberi judul Berjuang Untuk Seimbang namun sebenarnya buku ini sedang mengajari kita tentang bagaimana Berjuang untuk Menang! 

Pembaca dapat belajar banyak saat mengkhatamkan buku ini, bahwa mimpi itu akan wujud jika diperjuangkan dengan matang dan konsisten. 

[arif ramdan, peresensi pada buku-buku terbitan Bandar Publishing, Banda Aceh.]

 


INFO PEMESANAN BUKU: 08116880801
 

 

 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Berjuang untuk Menang

Terkini

Topik Populer

Iklan