INH

Iklan

Iklan

BEM Pertanian Unsyiah: Saatnya Pemerintah Mempertimbangkan Lockdown Sebelum Terlambat

3/29/20, 20:23 WIB Last Updated 2020-03-29T14:24:56Z

Laporan: Reza Fadlian

WASATHA.COM, Banda Aceh - Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin 02/03/2020 dan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.  Kemudian, Minggu 29/03/2020 Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menungkapkan, penularan virus Corona terus terjadi.

Terbukti dengan bertambahnya dari 130 kasus positif Corona. Sehingga menjadi 1.285 kasus positif.
Kini terhitung pasien sembuh bertambah 5 orang. Total pasien sembuh menjadi 64 orang.

Tak tinggal, kasus kematian bertambah 12 orang, sehingga menjadi 114 orang yang meninggal akibat kasus ini.

Ketua Bem Fakultas Pertanian Alis Syarmalis mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Indonesia saat ini.

 “Melihat kondisi yang terjadi saat ini, sudah seharusnya pemerintah harus mempercepat langkah dalam menangani virus yang sudah menjadi pandemi global ini. Angka kematian yang terjadi di Indonesia cukup tinggi di dunia, dikutip dari Tempo.co rasio kematian akibat Virus Corona di Indonesia mencapai 8,37 persen dan itu merupakan angka yang cukup tinggi," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi tindakan pemerintah dalam menanggani kasus corona yang meresahkan masyrakat.

“Kita mengapresiasi langkah pemerintah dalam menanggani virus Covid-19 ini karena pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis, seperti menghimbau untuk menjaga jarak antar sesama, mulai bekerja dari rumah atau sering di sebut Work From Home, mendatangkan alat kesehatan langsung dari Negara Tiongkok dan melakukan penyemprotan desinfektan di lokasi strategis," lanjutnya.

Senada dengan yang diungkapkan Alis, Maiful wakil ketua BEM juga meminta pemerintah segera menutul akses transfortasi yang tujuannya untuk membunuh rantai covid19.

“Himbauan physical distancing yang gencarkan baik dari tingkat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pusat tidak terlalu efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus, karena semua bandara, terminal dan pelabuhan masih terbuka, seharusnya pemerintah segera menutup semua akses transportasi untuk menghentikan virus ini,” katanya.

“Akan tetapi melihat kondisi tingkat penyebaran virus yang super cepat saat ini, sudah saatnya Indonesia untuk Lockdown, karena dengan dilakukan lockdown secara total maka tingkat penyebaran virus dapat diperlambat karena masyarakat sepenuhnya tidak melakukan kegiatan sosial lagi dan tingkat penyebaran Covid-19 dapat menurun, pemerintah pun bisa fokus dalam melakukan perawatan terhadap orang yang sudah terjangkit virus Covid-19," katanya lagi.

Maiful juga mengungkapkan kekhawatiran kondisi Indonesia akan lebih parah daripada negara di Eropa seperti Italia, jika tak segera melakukan Lockdown.  Ia mencontohan Italia, negara mereka sudah melakukan lockdown, akan tetapi angka kematian perharinya sangat tinggi, bagaimana dengan Indonesia yang sama sekali tidak lockdown dan hanya mengandalkan physical distancing atau menjaga jarak.

“Memang benar seperti kata Bapak Presiden Jokowi jika Indonesia tidak cocok untuk melakukan lockdown, tetapi jika kondisinya sudah seperti ini maka ada baiknya segera terapkan lockdown, lalu alihkan beberapa anggaran pembagunan infrastruktur yang tidak terlalu mendesak untuk kebutuhan medis dan suplai kebutuhan pokok kepada masyarakat jika pemerintah melakukan lockdown," kata dia.

Terakhir, Alis Syarmalis meminta Pemerintah agar dapat memastikan dan menjamin harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat tidak melonjak tajam. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BEM Pertanian Unsyiah: Saatnya Pemerintah Mempertimbangkan Lockdown Sebelum Terlambat

Terkini

Topik Populer

Iklan