INH

Iklan

Iklan

Bandara Belum Ditutup, Pemerintah Aceh Didesak Sediakan Tempat Karantina Khusus

Mabrur Muhammad
3/29/20, 16:07 WIB Last Updated 2020-03-29T09:07:21Z
Illustrasi Pesawat di lintasan Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. (foto: Ist)


WASATHA.COM, BANDA ACEH - Masyarakat dari berbagai elemen mendesak agar Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda segera ditutup dikarenakan wabah virus corona semakin parah.

Akan tetapi sampai sejauh ini, desakan tersebut tampaknya belum bisa terwujud.

Hingga hari ini, Minggu (29/3/2020) Bandara  Sultan Iskandar Muda (SIM) yang terletak di Blang Bintang, Aceh Besar tersebut masih beroperasi. Bahkan penumpang yang tiba semakin bertambah.

Menyikapi hal tersebut Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah, S.Ag meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera memberikan solusi kongkrit penanganan penumpang yang datang dari luar Aceh.

Karena sebagian besar mareka adalah masyarakat Aceh yang pulang ke kampung disebabkan di tempat kuliah atau tempat kerjanya sudah ditutup dan tidak diizinkan lagi menetap.

"Pemerintah Aceh harus segera mencari solusinya, karena ini bagaikan buah simalakama. Mareka di suruh pulang tapi ketika pulang juga memberikan dampak kepada masyarakat di kampungnya," kata Tgk Irawan.

Pemerintah Aceh juga diminta agar para penumpang yang baru tiba di Bandara SIM segera diperiksa kesehatannya.

Selain itu juga semua penumpang tersebut harus langsung dikarantinakan atau diisolasi selama 14 hari di tempat khusus.

Jika usai karantina semuanya sehat, baru dibolehkan kembali ke daerah asal dan bagi yang terindikasi akan ditangani selanjutnya oleh pihak terkait.

"Kalau tempat karantina itu tidak tersedia di Bandara mungkin bisa digunakan Komplek Asrama Haji. Karena Menteri Agama pun beberapa waktu yang lalu sudah menegaskan Asrama Haji bisa digunakan untuk penanganan Covid-19," tambahnya lagi.

Mantan anggota DPRK Aceh Besar ini juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk membiayai selama masa karantina 14 hari itu.

"Pemerintah Aceh mungkin bisa menggunakan dana zakat dari Baitu Mal Aceh, pada asnaf fisabilillah karena sebagian mareka adalah pelajar di perantauan ataupun bisa juga menggunakan dana infak. Kita berharap Pemerintah Aceh bisa segera menjalankannya," pungkas Tgk Irawan Abdullah.[]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bandara Belum Ditutup, Pemerintah Aceh Didesak Sediakan Tempat Karantina Khusus

Terkini

Topik Populer

Iklan