INH

Iklan

Iklan

Jual Pulpen Sambil Gendong Anaknya, Keluarga Bapak Suriah ini Berubah

Rizki Ananda
12/25/19, 12:50 WIB Last Updated 2019-12-25T06:49:45Z


WASATHA.COM, BEIRUT- Ini merupakan sebuah kisah yang menjadi inspiratif dan mengharukan bagi siapapun yang membacanya. Kisah ini merupakan realita bukan fiksi.

Datang dari seorang bapak pengungsi Suriah bernama lengkap Abdullah Halim Al-Attar, bersama Putri yang digendongnya dia menjual beberapa Pena untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari di kota jalanan kota Beirut, Lebanon.

Abdullah telah memutuskan untuk meninggalkan kota Suriah karena konflik dan rezim kejam berkepanjangan di negara tersebut. Sebelum dia melarikan diri ke kota Beirut, Lebanon. Abdullah diketahui memiliki usaha dan penghasilan. Namun, karena meninggalkan negerinya tersebut dia kehilangan segalanya.

Dengan uang seadanya ia pun menjual pulpen, dia berkeliling jalanan Beirut menjual pulpen yang berada ditangannya. Putrinya yang digendongnya tertidur pulas dibahu kanannya.

Buah dari keikhlasan dan perjuangannya tertangkap oleh seorang jurnalis Lebanon bernama Gissur Simonarson. 

Jurnalis tersebut mengabadikan sebuah foto Abdullah Halim Al-Attar dan putrinya tersebut dan mengunggahnya di media sosial. Tampak dari foto tersebut Abdullah merasa sedih dan putus asa karena pulpennya tidak terjual.

Gissur, Jurnalis yang mengabadikan foto Abdullah, melakukan kampanye dengan tagar #buypens pada kampanye Indiegogo.

30 menit setelah tayang di medsos muncul tanggapan dan respon luar biasa dari para netizen, gerakan kampanye itu pun berhasil mengumpulkan donasi sebesar  5.000 Dollar atau 70 Juta.

Gerakan kampanye tersebut pun resmi ditutup 3 bulan setelah diunggah. Dana donasi terkumpul bertotal  191, 109 Dollar atau 2,6 Miliar.

Hidup Abdullah dan Anaknya pun berubah total, dia sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semuanya.

“Tidak hanya mengubah hidup saya, anak-anak saya tapi juga pengungsi suriah yang saya bantu”, ujar Abdullah.

Dengan hasil donasi yang sangat besar, Abdullah ingin menyalurkannya kepada pengungsi suriah. Namun, mengingat uang tersebut akan habis jika disalurkan langsung, maka Abdullah membuka gerai roti dan kebab dan mengajak para pengungsi suriah lainnya untuk ikut membantu di 3 tokonya tersebut.

Abdullah hanya menggunakan 40 persen dari 168.000 dolar dari Rp 2,3 miliar dana donasi terkumpul, setelah diisi oleh Indiegogo dan PayPal sebesar 20.000 dolar yang setara Rp 276 juta sebagai biaya administrasi.

Karena Paypal dan Indiegogo tidak memungkinkan di Lebanon maka salah saorang tim kampanye berangkat ke Dubai untuk mengambil uang tersebut.

“Saya harus menginvestasikan uang itu, jika tidak, uang itu bisa habis," kata Abdul sambil membungkus makanan yang bernama Kebab itu.

Kini kebahagiaan selalu meliputi Abdullah bersama keluarganya. Dia berfoto bahagia di depan 3 restorannya itu sambil menggunakan baju bertuliskan “tetap positif” dengan senyuman itu dia tampakkan.

Foto Kolase Keadaan Abdullah Halim Al-Hattar, Bapak pengungsi Suriah penjual pena yang telah sukses.

Bukan hanya melalui media online, masyarakat Lebanon pun mengapresiasi dan bangga dengan perjuangan Abdullah yang berhasil keluar dari kesulitan hidup sebagai seorang pengungsi.

dari kisah realita ada banyak hikmah yang dapat kita petik, salah satunya adalah keikhlasan dalam berkerja, berjuang melalui setiap rintangan hidup dan percaya selalu akan takdir baik yang telah digariskan Allah.

Sumber: Dream.co.id


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jual Pulpen Sambil Gendong Anaknya, Keluarga Bapak Suriah ini Berubah

Terkini

Topik Populer

Iklan