Unsyiah Kukuhkan Tiga Profesor baru

Share:


WASATHA.COM Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengukuhkan tiga profesor dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat Unsyiah, Prof. Dr. Said Muhammad MA, di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh. Mereka yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Nasrul, S.T., M.T (Fakultas Teknik), Prof. Dr. Ir. Sofyan, M.Sc. Eng (Fakultas Teknik), dan Prof. Dr. drh. Muhammad Hanafiah, M.P (Fakultas Kedokteran Hewan), Selasa (26/11) 

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.IPU menyampaikan rasa bangganya dengan keberhasilan tiga profesor yang berhasil mencapai tingkat tertinggi di kepakaran keilmuan. Hingga saat ini, Unsyiah telah memiliki 66 profesor dengan jumlah terbanyak di Fakultas Teknik 18 orang disusul Fakultas Pertanian 11 orang. Unsyiah terus menargetkan penambahan jumlah profesor setiap tahunnya. Bahkan, telah menyusun program strategis untuk lima tahun ke depan.

Selain itu, Unsyiah juga berupaya menjadi 10 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 200 besar Asia, dan 1.000 besar di seluruh dunia. Untuk itu, Rektor menaruh harapan besar kepada ketiga profesor baru ini untuk berkontribusi optimal bagi Unsyiah. Salah satunya berpartisipasi aktif dalam membantu Unsyiah meraih nilai akreditasi unggul.

Rektor menyebutkan Prof. Nasrul merupakan Profesor muda di Jurusan Teknik Kimia. Kepakarannya di bidang separasi, khususnya yang menggunakan media membran sangat dibutuhkan oleh dunia industri saat ini. Produk-produk industri seperti air minum, protein, suplemen kesehatan, bahan bakar gas, serta obat-obatan dapat diproduksi dengan cara lebih efektif dan efesien menggunakan metode ultrafiltrasi ini.

Teknologi membran yang berkembang sangat cepat ini tidak hanya diarahkan untuk memfiltrasi pengotor air saja, tetapi juga efektif menghilangkan komponen patogenik. Aplikasi ini dilakukan dalam proses ultrafiltrasi air daerah tercemar, sehingga air yang dihasilkan relatif terbebas dari bahan patogen serta zat padat terlarut.

 “Beliau telah berhasil mengembangkan membran hollow fiber dari bahan polietersulfon. Membran hasil modifikasinya telah diaplikasikan di air sumur masyarakat Banda Aceh yang terkena limpahan air tsunami 2004, dan terbukti efektif menghasilkan air bersih yang sesuai standar air minum,” ujar Rektor.

Rektor juga mengapresiasi Prof. Sofyan yang memiliki kepakaran di bidang transportasi. Kepakarannya sangat dibutuhkan karena transportasi merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Ia memiliki gagasan untuk mengembangkan sistem transportasi multimoda dan antarmoda, sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan ekonomi ke depan. Upaya ini dilakukan dengan cara menyediakan pelayanan jasa transportasi berkualitas, mendorong keterlibatan pihak swasta, hingga mengoptimalkan penggunaan anggaran operasional.

Rektor juga menyatakan kekagumannya kepada Prof. Muhammad Hanafiah yang memiliki kepakaran di bidang ilmu parasitologi. Prof. Hanafiah telah lama berkonsentrasi mengamati dan meneliti tentang aplikasi koprodiagnostik berbasis molekuler pada penyakit zoonosis. Penelitian ini sangat penting karena salah satu bentuk penyakit ini, yaitu toksoplasmosis, sangat banyak diderita oleh manusia.

Luasnya penyebaran Toksoplasmosis pada manusia dan hewan menyebabkan penyakit ini dimasukkan ke dalam program Zoonosis dunia. Berbagai upaya dilakukan untuk mendiagnosa serta menangani kasus penyakit ini. Prof. Hanafiah telah berhasil mengembangkan metode diagnostik, khususnya Koprodiagnostik Toxoplasma pada hewan, berbasis pendekatan secara Molekuler.

“Metode ini dapat diaplikasikan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit zoonosis. Paling tidak, hasil kajian Prof. Hanafiah dapat dijadikan alternatif diagnosa terhadap penyakit Toxoplasmosis pada ternak dan hewan.”

Dalam rapat terbuka tersebut, para profesor juga menyampaikan orasi ilmiahnya. Dimulai dari Prof. Nasrul dengan judul orasi ‘Intensifikasi Proses Ultrafiltrasi (Membran) untuk Peningkatan Kualitas Produk pada Industri Separasi’. Orasi kedua disampaikan oleh Prof. Sofyan dengan judul ‘Pengembangan Sistem Angkutan Multimoda untuk Keberlanjutan Infrastruktur Transportasi’. Sementara orasi terakhir disampaikan Prof. Muhammad Hanafiah dengan orasi ‘Pengembangan Koprodiagnostik Berbasis Molekuler dan Aplikasinya dalam Penanganan Penyakit Zoonosis’.[]

No comments