PKBI-FPA Aceh Gelar Dialog Malnutrisi Anak

Share:

WASATHA.COM, BANDA ACEH – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh menggelar dialog bersama Forum Perkumpulan Anak (FPA), mahasiswa, dan akademisi di ruang sidang Fakultas Ekonomi Bisnis Unsyiah, (10/9/2019).

Dalam acara ini PKBI langsung di support oleh Unicef Aceh (United Nations Emergency Children's Fund ) dengan tema “Peran kaum muda Aceh dalam upaya pencegahan dan penanggulangan malnutrisi ibu dan anak”.

Antusias para tamu undangan mahasiswa dan forum anak di Aceh terlihat begitu serius dalam menyimak diskusi dari pemateri.

Direktur Eksekutif Aceh Eva Khovivah memaparkan persoalan yang terjadi di masyarakat baik dalam bentuk stunting (kondisi gagal tumbuh anak balita selama 1000 hari pertumbuhan) dan gizi baik untuk anak.

“Untuk sekarang generasi Aceh masih sangat deras dalam tahapan proses perubahan pencegahan stunting sejumlah 16.000 ribu anak gara-gara konflik. Posisi yang masih sulit ini seharusnya sudah bisa kita mengontrol ke arena situasi yang lebih normal lagi,” jelasnya.

Selain itu, Akademisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Hendra Syahputra menyampaikan juga tentang persepsinya di dalam manajemen komunikasi tentang pertumbuhan stunting di Aceh.

“Jangan ubah projects orang lain tetapi dengan akal pikiran kita sendiri bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga serta bisa membantu orang lain. Contohnya kita mulai dari rumah tangga kita sendiri saja, jadi kegiatan pertama kita membangun karakter mereka sendiri dengan kesadaran kita sendiri”, tegasnya.

“Berkomunikasi pada mindset  seperti itu merupakan hal yang harus bisa di andalkan dalam kondisi Aceh seperti ini bagaimana kita berpikir untuk melakukan satu saja perubahan terhadap permasalahan anak masa kini, seperti di lakukan oleh Unicef dan PKBI Aceh sendiri,” lanjutnya.

Selanjutnya, Surwiyadi  selaku dokter NGO (Non Government Organization) menyampaikan gagasannya dalam upaya menilik rangkaian kondisi anak muda Aceh belum terlihat peduli terhadap kesehatan anak dan lingkungan.

“Yang harus kita tau sebagai anak muda Aceh, mengatur pola makan dan minum untuk perkembangan gizi itu sangat penting dan olahraga untuk kesehatan jasmani terus di rutinitaskan. Karena setiap dari anak-anak sampai remaja harus ada perubahan terhadap perkembangan tubuh dengan cara yang terstruktur makanan dan minuman,” ucapnya.

“Aceh banyak uang, infrastruktur kita punya, masalah peraturan kita juga ada. Mungkin dengan ini sudah jelas apa yang kita miliki sekarang bukan Aceh itu tidak ada tapi rasa kepedulian kita yang tidak sadar dalam bekerja”, pungkasnya.

Acara Dialog PKBI Aceh ini juga didukung langsung oleh Unicef Aceh, NGO Aceh, Dinas Kesehatan Aceh dan Bappeda Aceh. [Fauzan]

No comments