Malaysia Temukan Kandungan DNA Babi Di Permen Susu White Rabbit

Share:

Bentuk permen susu White Rabbit
WASATHA.COM, Jakarta - Permen susu bermerek White Rabbit yang dipasarkan di Malaysia dan Brunei Darussalam terdeteksi mengandung DNA babi dan sapi. Deteksi itu muncul dari sampel permen yang dikirim untuk pengujian sebelumnya.

Wakil Menteri Malaysia di Departemen Perdana Menteri (Agama) Fuziah Salleh menyatakan permen rasa susu asal China ini tak memiliki sertifikat halal dari otoritas Malaysia.

"Berdasarkan penyelidikan, DNA babi dan sapi yang kami analisis menyatakan positif. Kami menduga bahwa bahan yang digunakan dalam permen termasuk gelatin," ungkap Salleh, Sabtu (14/9/2019).
Informasi ini menjadi pembicaraan di media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Tepatnya, setelah Kementerian Agama Brunei Darussalam mengumumkan pada 18 Mei 2019 bahwa tes yang dilakukan oleh Divisi Pengendalian Makanan Halal menemukan kandungan protein babi.

Fuziah pun mengingatkan konsumen, khususnya mereka yang beragama Islam wajib memastikan bahwa produk yang dibeli benar-benar halal. "Itu adalah tanggung jawab konsumen," katanya.

Mengutip Food Navigator, Kementerian Agama Brunei Darussalam pada Juni 2019 lalu telah mengumumkan bahwa permen susu bermerek 'White Rabbit' terdeteksi memiliki kandungan babi.

"Makanya Kementerian Agama Brunei Darussalam meminta importir untuk memisahkan produk ini dari rak-rak umum dan meletakkannya di bagian 'non halal'. Untuk konsumen Islam sebaiknya menjauh dan tidak mengonsumsi produk ini," tulis kementerian.
Selain itu, Kementerian Agama Brunei Darussalam juga mengingatkan semua importir untuk lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap label makanan yang dibeli dari luar negeri. Label makanan yang salah dan membingungkan dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

Merespons hasil tes ini, perusahaan es krim lokal mengumumkan di akun Instagramnya bahwa manajemen menghapus menu es krim rasa permen sisi berlogo keliinci tersebut.

"Karena beberapa bahan yang digunakan dalam permen itu, kami mengambil tinfakan sesegera mungkin dan telah memutuskan untuk menghentikan es krim rasa itu," ungkap manajemen perusahaan. (Sumber: CNN Indonesia)


No comments