Peringati Haul Abu Ibrahim Lamno, Alumni BUDI Gelar Muzakarah Ulama Se-Aceh

Share:


WASATHA.COM, IDI - Rabithah Alumni Dayah BUDI Lamno Aceh Timur dan Aceh Utara menggelar Muzakarah Ulama se-Aceh tentang “Polemik Fardhu Kifayah  Tajhiz Mayyit dalam masyarakat” dalam rangka memperingati Haul Alm Tgk H Ibrahim Ishaq (Abu BUDI) yang ke-22

Pimpinan Dayah Serambi Mekkah, Tgk Nawawi Al Muthaleb mengatakan ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar dalam merayakan tahun baru Islam 1441 Hijriah yakni  Muzakarah Ulama  Se-Aceh dan doa bersama untuk pendiri dan guru besar dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Lamno.

“Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar alumni BUDI dan juga dengan sejumlah ulama kharismatik di Aceh,” katanya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut akan berlangsung di komplek Dayah Serambi Mekkah, Beunot, Darul Aman, Idi Cut. Aceh Timur pada Minggu, 15 September 2019.

Ketua panitia Aba Burhanuddin (Aba Buket Kawat) mengatakan, Muzakarah Akbar ini menghadirkan sebelas pembicara dari ulama kharismatik Aceh masing-masing Aba BUDI Lamno (Aba H Asnawi Ramli), Abu Min Keumala (Tgk H Muhamad Amin Keumala), Abati H Ramli Babah Buloh dan Waled Nu (H Nuruzzahri).

Selanunjutnya Abu H Hasballah Keutapang, Abati Jungka Gajah  (H Muhammad Dahlan), Abi Purupok (H Musatafa), Abu paya pasi (H.Muhammad Ali ), Abu Keude Dua (H Abdul Wahab), Abu Jakfar Lhoknibong  dan Abu Kruet lintang (H Abdullah).

Ia mengatakan muzakarah yang mengambil tema terkait Tajhiz Mayyit tersebut karena adanya beberapa praktik di lapangan tidak sesuai sunnah atau tidak sesuai nash dalam kitab-kitab muktabarah fiqh Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah.

“Ada bermacam variasi dalam bentuk pengamalan, untuk membahas polemik itu, perlu kontribusi pendapat dari sejumlah ulama sebagai panutan dan pegangan umat, karena fardhu kifayah jika tidak benar dipraktikkan akan berimbas ke dosa khalayak ramai,” katanya.

"Hasil muzakarah ini nantinya akan dikirim ke MPU dan juga akan melahirkan rekomendasi kepada Pemerintah untuk disosialisasikan sebagai panduan kepada masyarakat di berbagai pengajian atau majlis taklim dan pelatihan-pelatihan tajhiz mayyit,” katanya.

No comments