Usamah Elmadny Ajak Konsolidasi Gerakan Intelektual Dayah Aceh

Share:


WASATHA.COM, BANDA ACEH – Tgk H Usamah El Madny S. Ag MM mengatakan syafi'iyyah di Aceh adalah arus utama atau mayoritas yang termaktub dalam Qanun Aceh nomor 17 Tahun 2014.

“Maka kita ini mayoritas jangan bermental minoritas. Kita harapkan dari semua kalangan adalah rukun antar agama dan juga rukun antar aliran atau ormas muktabar di Aceh,” ujarnya pada Sabtu (29/6) malam di pengajian rutin PB Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) di Rawa Sakti coffe, Jeulingke Banda Aceh.

Menurutnya, hal ini berdasarkan dari sikap para imam mujtahid tempo dulu yang sangat menghormati arus utama. Seperti imam Syafi'i tidak qunut jika shalat di mesjid pengikut mazhab Hanafiah.

Ia mengatakan sangat berharap adanya kestabilan kondisi sosial masyarakat, bukan mendukung arus utama dan menekan minoritas.

Usamah Elmadny menyebutkan dakwah kaum mainstream (arus utama) juga harus berbenah.

Ia memberikan contoh sederhana, kenapa ayam penyet menu yang digemari warga Aceh akhir-akhir ini? Mungkin karena murah, komplit dan praktis.

Nah, sementara menu utamanya seperti masak gulai "itek dan ayam puteh" kenapa ditinggalkan? mungkin cara masak dan penyajiannya perlu dibenahi ulang. “Maksudnya disini, formulasi dakwah kita harus dibenahi,” terangnya.

"Untuk lebih mendekatkan paham kita, contoh lain lagi. Kasus istri muda dan istri tua. Terkadang istri tua lebih cantik dan setia, tapi di penampilan dan urusan dapur jauh lebih baik istri muda. Dalam artian kaum tua (aswaja) sudah saatnya kembali "berhias" diri layaknya istri muda,” tambah Usamah yang juga selaku Kadis  Dinas Pendidikan Aceh

Oleh karena itu, menurutnya para dai perlu konsolidasi untuk membuat gerakan intelektual, dalam hal ini bisa diwadahi oleh Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.

"Kemudian yang terakhir, manuver dakwah itu perlu, tapi jangan sampai terjerat UU ITE, karena kita negara hukum. Di dunia maya, kita jangan menjadi distributor konten-konten yang masih dipertanyakan kesahihannya. Maka kita mesti selektif,” tutupnya.

Pengajian rutin ISAD ini juga diisi oleh Tgk H Umar Rafsanjani, Lc, MA dan diikuti oleh puluhan para sarjana strata satu sampai strata tiga alumni dayah Aceh, aktifis lintas ormas berbasis dayah. juga turut dihadiri Tgk H Zaini Albayani, pengurus MPTT Aceh, Teuku Farhan, direktur MIT Aceh, Tgk Jamaluddin Thaib, Ketua STAI Tengku Chik Pante Kulu, Yusuf Qardhawi dan Tgk Muhammad Balia. []

No comments