Paku Coblos disangka Pulpen

Share:





Cuaca sedikit terasa menyengat, namun harus tetap duduk menunggu antrean masuk ke ruang pencoblosan, terlihat beberapa  panitia pelaksana pemilu mondar-mandir memantau keadaan agar tetap aman  tanpa hambatan.

Wajah para peserta pemilu tampak serius menunggu antrean tanpa berkata sepatah katapun, sepertinya meraka tidak sabar ingin menusuk hidung para Capres dan Caleg.

Saat sedang serius mengatre tiba-tiba terdengar suara pengumuman dari panitia pelaksana pemilu melalui toa dengan suara tegas “nyan labang bek neupuwoe, digop hana meutume coblos le enteuk (paku coblos jangan dibawa pulang, nanti orang lain tidak bisa nyoblos lagi),” ujar Iskandar yang merupakan salah satu panitia pelaksana pemilu di Desa Nga Arakeumudi Lhoksukon Barat dengan suara sangat lantang.

Ternyata, ada salah satu peserta pemilu yang hendak membawa pulang paku yang disediakan panitia untuk mecoblos.

Suasana berubah ketika Iskandar memberikan pengumuman itu, terdengar suara tawa yang bersahutan dari panitia dan peserta pemilu, sehingga suasa menjadi cair tidak tegang lagi. Terlihat bahkan beberapa warga bercanda dengan panitia penjaga kotak suara setelah keluar dari ruang pencoblosan.

“that lucu, labang geupeuwoe (lucu sekali, masak paku mau dibawa pulang),” ujar Iskandar.
Iskandar menjelaskan peserta pemilu yang hendak membawa pulang paku tersebut menurutnya, kebingungan saat masuk ke ruang TPS, sehingga paku yang digunakan saat mencoblos disangkanya pulpen.

“kadang paku untuk mencoblos itu, beliau piker pulpen, makanya beliau masukkan terus dalam kantong bajunya setelah mencoblos,” terang Iskandar.

Namun, setelah pengumuman itu diberikan, peserta pemilu yang ingin membawa pulang paku tersebut mengembalikannya kepada panitia pelaksana pemilu. [Khairul Azmi]



No comments