FKIP Unimal Gelar Lokakarya Kurikulum Berbasis KKNI

Share:



WASATHA.COM, Lhokseumawe - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal), menggelar seminar Lokakarya Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di Gedung Cut Meutia, Bukit Indah Lhokseumawe, Sabtu (9/2/2019).

Seminar yang bertemakan "Kurikulum Berbasis KKNI dan Penyusunan RPS" tersebut dikhususkan untuk lima Program Studi, yaitu prodi pendidikan vokasional tehnik mesin, pendidikan kimia, pendidikan metematika, pendidikan fisika, pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Acara tersebut dibuka oleh Dekan FKIP, Ferri Safriwardy ST. MT yang juga dihadiri oleh puluhan Kepala Sekolah dan Guru dari SMK, SMA, serta Dosen dan Mahasiswa.

Ferri Safriwardy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kegiatan pelaksanaan lokakarya tersebut.

“KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan pengalaman kerja sehingga dapat menciptakan lulusan yang berdasarkan standar kompetensinya,"katanya.

 Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Mpd, menjadi salah satu narasumber pada kegiatan ini.

Ia menyebutkan, acuan dalam pengembangan kurikulum berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012 serta perpres nomor 8 tahun 2012, maka dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum perguruan tinggi harus mengacu kepada KKNI yaitu kerangka penjejangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

"Mengembangkan kurikulum itu mengacu pada standar Nasional Dikti, yang merumuskan capaian pembelajaran, hingga proses penilaiannya," sebut Prof. Dr. Khairil Ansari.

Menurutnya,  Perubahan paradigma pendidikan itu menyebabkan  kurikulum harus di review.

Penyebab utama terjadinya perkembangan teknologi dan revolusi industri sehingga berdampak pada proses belajar mengajar.

"Kita harus siap dengan perubahan itu, sehingga diperlukan kompetisi dan keahlian baru dalam menghadapinya," kata Profesor bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Univesitas Medan tersebut.

Lanjutnya, potret pendidikan diperlukan kesejajaran SDM dan memanfaatkan potensi teknologi digital yang berkembang saat ini. Proses tersebut tahapan pengembangan kurikulum.

"Penjabaran KKNI kedalam Kurikulum itu butuh metode pembelajaran, bahan kajian hingga capaian pembelajaran progam studi,"pungkasnya. []

No comments