Jumat Terakhir Ramadhan, Warga Palestina Padati Al Aqsha

Share:
FOTO: Maan
WASATHA.COM - Ribuan orang Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel, berkunjung ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Timur untuk beribadah, Jumat (23/6/2017).
Kunjungan pada hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan ini dilakukan di tengah meningkatnya pembatasan oleh Israel terhadap gerakan Palestina. .
Pasukan Israel yang terdiri dari ratusan tentara dan polisi di Yerusalem Timur, dikerahkan untuk melakukan penjagaan di pusat keramaian di lorong-lorong dan jalan menuju Kota Tua sejak pagi hari.
Maan News Agency seperti dikutip Mirajnews.com melaporkan, selama bulan Ramadan, pihak berwenang Israel hanya mengizinkan pria berusia di atas 40 tahun, wanita dari segala umur, dan anak-anak di bawah 12 tahun dari Tepi Barat yang diduduki yang dapat memasuki Yerusalem tanpa izin pada hari Jumat.
Namun, pria berusia di bawah 12 dan di atas 40 tahun dari Tepi Barat yang semula diizinkan di bulan Ramadhan ini dicabut oleh pihak berwenang Israel. Pencabutan izin tersebut menyusul serangan mematikan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua pada Jumat lalu, yang menyebabkan tiga orang penyerang Palestina dan seorang perwira polisi Israel tewas.
Media Israel Haaretz melaporkan, 250.000 warga Palestina telah membiarkan izin mereka dicabut. Sementara itu, orang-orang Palestina mengatakan bahwa mereka dikenai “hukuman kolektif” setelah serangan tersebut melalui penutupan jalan, pencarian sewenang-wenang, dan penahanan massal.
Otoritas Israel mengizinkan beberapa bus Palestina untuk mengangkut peziarah dari distrik di utara dan selatan Tepi Barat ke kota Yerusalem sesuai dengan kesepakatan yang telah diatur sebelumnya dengan pejabat Israel.
Sementara itu, pihak berwenang Israel mengizinkan 100 warga Palestina, yang semuanya berusia di atas 55 tahun, dari Jalur Gaza yang terkepung untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk melakukan shalat di Al-Aqsa. Perjalanan telah dilakukan setiap hari Jumat sejak awal bulan Ramadhan.
Sebanyak 100 orang Palestina diizinkan untuk meninggalkan Gaza menuju ke Al-Aqsa setiap hari Jumat, hanya setengah dari mereka yang biasanya diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Al-Aqsha sepanjang tahun sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara kelompok militan Palestina dan Israel yang mengakhiri perang 2014 di Gaza .
Namun Israel melarang kunjungan ke Al-Aqsa pada hari Jumat untuk orang tua Palestina dari daerah kantong pantai yang terkepung pada bulan Desember.
Ramadan ini, pihak berwenang Israel membatalkan perizinan yang mengizinkan penduduk Gaza mengunjungi keluarga mereka di Tepi Barat yang diduduki dan Israel. Padahal izin tersebut sebelumnya dikeluarkan untuk selama dua tahun, menurut Gisha.
Kelompok tersebut menunjukkan bahwa hampir sepertiga warga Palestina di Gaza memiliki anggota keluarga yang berada di Tepi Barat dan Israel tidak mengizinkan mereka untuk bertemu sama sekali.
“Meskipun pembaharuan izin sholat Jum’at ini mungkin digambarkan sebagai isyarat niat baik terhadap orang-orang Palestina, tapi sebenarnya menandakan pengetatan penutupan di Gaza,” Gisha melaporkan. [sumber: mirajnews.com]