Mukhlisuddin Ilyas: Indonesia Dihadapkan Pada Tiga Ancaman

Share:
Seminar Aceh dan Radikalisme di Gedung Teungku Abdullah Ujung Rimba, Perguruan Tinggi Al Washliyah

WASATHA.COM, BANDA ACEH - Indonesia saat ini dihadapkan pada tiga ancaman lintas generasi, yakni radikalisme terorisme, narkoba, dan pornografi.

Demikian disampaikan Dr Mukhlisuddin Ilyas, Kepala Bidang Penelitian pada Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (PKPT) Aceh, Jumat (30/12/2018) pada seminar bertajuk "Aceh dan Radikalisme" dalam rangkaian milad ke-88 Organisasi Al Washliyah.

Pada seminar yang bertempat di Gedung Teungku Abdullah Ujung Rimba, Perguruan Tinggi Al Washliyah, Banda Aceh, Mukhlisuddin menyuguhkan data-data hasil penelitian terkait radikalisme di Aceh. 

"Ancaman ini bahkan sudah terjadi di tengah masyarakat kita, terutama narkoba dan pornografi," katanya.

Ia menjelaskan, rumah-rumah tahanan di Aceh dipenuhi narapidana yang terlibat sindikat narkoba global.

Mukhlisuddin yang baru saja menyelesaikan program doktor di Universitas Medan itu, menyuguhkan data-data anak muda di Aceh yang pernah terlibat kasus terorisme.

Radikalisme menurut Mukhlisuddin bisa hadir dalam dua kategori, pertama radikalisme statis dan destruktif. Untuk radikalisme destruktif, kata Mukhlis itu sangat berbahaya dan membahayakan umat manusia.

"Jika sikap radikalisme destruktif ini berkembang maka orang lain dianggap salah dan hanya dirinya yang benar dalam hal beragama dan bertindak atas nama agama. Beberapa eks teroris Aceh juga sebelumnya mereka berpikiran seperti itu, semua orang salah," ujarnya.

Ketua STISIP Al Washliyah, Dr Dicky Wirianto, MA di akhir acara mengatakan ke depan agenda seminar maupun diskusi ilmiah akan diselenggarakan rutin di kampus itu dengan tema-tema terbaru yang aktual.

"Sedang kita siapkan hal teknis dan tim yang akan menggawangi program ini," pungkasnya.

Seminar itu diselenggarakan atas kerjasama Prodi Antropologi STISIP Al Washliyah dan Bandar Publishing, Banda Aceh.  Selain Mukhlisuddin Ilyas, Dr Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad juga hadir memberi materi berkait manusia dan dunia virtual. []

No comments