Dekranas Aceh Mendorong Tumbuhnya Inovasi dan Kreativitas

Share:

WASATHA.COM, IDI - Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati menegaskan, bahwa sebagai lembaga yang fokus pada pengemmbangan dan promosi kerajinan daerah, Dekranasda Aceh
terus berupaya mendorong tumbuhnya inovasi dengan kreativitas di pusat-pusat kerajinan
masyarakat di seluruh Aceh.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dekranasda Aceh Dyah Erti Idawati, dalam
sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Dekranasda Aceh serta Pameran Kerajinan dan
Makanan Tradisional Aceh tahun 2018, yang dipusatkan di Halaman komplek Perkantoran
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Senin (13/11/2018).

“Selain bertujuan untuk memajukan, mempromosikan dan melakukan pembinaan terhadap
kerajinan tradisional Aceh. selain itu, kita juga terus berupaya merumuskan langkah strategis
untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas para perajin dalam menghasilkan produk
yang berkualitas,” ujar Dyah Erti.

Dyah meyakini, kegiatan pameran yang akan diselenggarakan selama Rakerda berlangsung bisa
menghadirkan inspirasi bagi seluruh anggota dekranas dan para perajin untuk berbuat lebih
optimal dalam memajukan kerajinan Aceh.

“Oleh karena itu semangat kita untuk bekerjasama perlu ditingkatkan, sehingga kerajinan Aceh
bisa menjadi salah satu elemen dalam memperkuat ekonomi daerah. Barometer kerajinan itu
setidaknya dapat kita lihat dari pameran kerajinan dan makanan tradisional yang
diselenggarakan di sela-sela kegiatan Raker ini,” kata Dyah Erti.

Dalam sambutannya Dyah Erti juga mengungkapkan, setidaknya ada 4 poin penting yang
menjadi fokus pada Rakerda Dekranasda tahun 2018 ini, yaitu memajukan kerajinan tradisional
Aceh, terutama dalam menghadapi persaingan di era pasar bebas saat ini. Membuka pasar
menggelar pelatihan serta promosi bagi kerajinan daerah sehingga mampu mendorong
pendapatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, Dekranasda mendorong proses regenerasi dalam usaha kerajinan, agar lapangan
usaha dan tradisi yang telah terbangun secara turun temurun di masyarakat bisa terus
berlanjut.

“Pembinaan dan pendampingan yang terus menerus dari Dekranasda, pemerintah serta SKPA
terkait bertujuan untuk membantu dan mendorong para perajin agar terus berinovasi dalam
menciptakan kriya unggulan daerah,” sambungg Dyah Erti

Dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah itu mengungkapkan, saat ini Dekranasda
Aceh telah menyiapkan sejumlah program untuk pembinaan dan pengembangan kerajinan di
daerah, yang bertujuan agar para perajin tidak semata berkreasi tetapi juga meningkatkan
kualitas dan kuantitas produk.

“Berbagai pelatihan akan terus diberikan bagi para perajin agar dapat meningkatkan kualitas
produk, desain dan warna. Selain itu, Dekranasda juga terus mendorong agar para perajin
mengengembangkan manajemen usaha, diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi
informasi  untuk mempromosikan usaha mereka,” imbuh Dyah Erti.

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Erti juga menyampaikan sejumlah kendala dan tantangan
yang harus terus dibenahi oleh Dekranasda, di antaranya kesiapan SDM, manajemen produksi
dan sektor permodalan.

“Pada Rakerda kali ini, kita akan mencoba mencari solusi terkait kesiapan SDM, manajemen
produksi dan permodalan. Dengan kebersamaan kita dan dukungan dari para pemangku
kebijakan terkait, saya yakin kerajinan Aceh mampu berkembang menjadi sumber ekonomi bagi
peningkatan kesejahteraan keluarga,” pungkas Dyah Erti Idawati.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Memperkuat semangat berinovasi, bersinergi, dan proses
kreatif Kerajinan daerah’ ini diikuti oleh seluruh pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-
Aceh. Rakerda akan berlangsung selama tiga hari (13-15/11).
Turut hadir dalam pembukaan Rakerda tersebut Kadisperinddagkop Aceh, Kadis Pariwisata
Aceh, Bupati dan akil Bupati Aceh Timur, seluruh unsur Forkopimda Aceh Timur serta sejumlah
pejabat lainnya.

No comments