Banda Aceh — Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil meraih prestasi dalam ajang lomba esai nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi pada 11–13 Mei 2026.
Mereka adalah Rahmat Herdiansyah dan Muhammad Rezi Syahrani dari Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Ari Maulana dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).
Dalam kompetisi bertema “Youth, Innovation, and the Future of Sharia Economics” tersebut, tim mahasiswa UIN Ar-Raniry berhasil meraih juara pertama melalui gagasan inovasi pariwisata halal berbasis teknologi digital.
Melalui esai yang mereka susun, tim tersebut mengangkat inovasi berupa platform digital berbasis smart tourism dan virtual reality (VR) untuk mendukung pengembangan pariwisata halal di Indonesia. Inovasi tersebut dirancang guna memudahkan wisatawan memperoleh informasi destinasi wisata secara lebih efisien.
“Platform ini menghadirkan berbagai layanan seperti informasi akomodasi, kuliner halal, transportasi, hingga paket wisata. Jadi wisatawan bisa mengetahui gambaran destinasi secara jelas sebelum berkunjung,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, teknologi virtual reality dalam inovasi tersebut memungkinkan pengguna melihat destinasi wisata secara virtual dalam tampilan 360 derajat melalui telepon genggam maupun kacamata VR.
Menurut Rahmat, gagasan tersebut lahir dari besarnya potensi pariwisata halal di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan penggunaan internet yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Masih banyak destinasi wisata yang belum dikenal luas dan wisatawan juga terkadang kesulitan menemukan layanan wisata yang benar-benar sesuai prinsip syariah. Karena itu kami mencoba menghadirkan solusi berbasis teknologi digital,” tambahnya.
Rahmat menambahkan, platform yang mereka gagas tidak bertujuan menggantikan pelaku usaha yang sudah ada, melainkan mendukung promosi dan akses layanan ekonomi masyarakat, mulai dari transportasi hingga produk wisata lokal.
Selain Rahmat dan Rezi, penyusunan esai tersebut juga mendapat kontribusi dari Ari Maulana, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Namun, Ari tidak dapat menghadiri puncak acara perlombaan yang berlangsung di Universitas Jambi.
Ari mengatakan proses penyusunan esai dilakukan melalui kerja sama tim dan diskusi bersama untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan perkembangan pariwisata halal berbasis digital. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengikuti kompetisi lainnya di masa mendatang.
Dalam proses penyusunan esai, tim tersebut membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah menyusun tulisan yang menarik, jelas, dan tidak bertele-tele.
Sementara itu, Rezi mengaku pengalaman paling berkesan selama mengikuti kompetisi adalah kesempatan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
“Lingkungannya luar biasa karena kami bisa berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari banyak universitas besar,” ujarnya.
Ke depan, mereka berencana melanjutkan kolaborasi tim dan mengikuti kompetisi tingkat nasional hingga internasional lainnya. Rezi juga berharap mahasiswa lain tidak takut mencoba hal baru dan terus semangat mengembangkan potensi diri selama perkuliahan. [ ]
