Iklan

Iklan

Fenomena Nongkrong: Dekat Secara Tempat, Jauh Secara Percakapan

5/11/26, 10:06 WIB Last Updated 2026-05-11T17:14:55Z


Nongkrong saat ini bukan lagi sekadar kegiatan untuk berkumpul dan berbagi cerita. Di era digital, banyak orang duduk bersama dalam satu tempat, tetapi sibuk dengan dunia masing-masing melalui handphone. Fenomena ini semakin sering terlihat, terutama di kalangan remaja dan mahasiswa.


Di kafe, kantin, maupun tempat tongkrongan lainnya, sekelompok teman tampak duduk mengelilingi satu meja. Namun, percakapan yang terjadi justru sangat minim. Sebagian besar lebih fokus bermain media sosial, menonton video, atau membalas pesan di layar handphone mereka. Akibatnya, suasana yang seharusnya hangat terasa sunyi meskipun dipenuhi banyak orang.


Menurut saya, kondisi ini menunjukkan perubahan pola komunikasi di masyarakat. Teknologi memang mempermudah manusia untuk terhubung dengan siapa saja, tetapi di sisi lain juga membuat interaksi langsung mulai berkurang. Kehadiran seseorang terkadang hanya sebatas fisik, sementara perhatian dan pikirannya berada di dunia digital.


Fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama. Jika kebiasaan tersebut terus dianggap wajar, hubungan sosial antarindividu dapat semakin renggang. Padahal, komunikasi secara langsung memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional, rasa empati, dan kualitas hubungan pertemanan.


Oleh karena itu, masyarakat, khususnya anak muda, perlu lebih bijak dalam menggunakan handphone saat sedang berkumpul. Nongkrong seharusnya menjadi ruang untuk berbagi cerita, bertukar pikiran, dan mempererat hubungan sosial, bukan sekadar duduk bersama tanpa percakapan yang berarti.


[Muntazah]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Fenomena Nongkrong: Dekat Secara Tempat, Jauh Secara Percakapan

Terkini

Topik Populer

Iklan