BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Bahasa terkait upaya peningkatan kompetensi berbahasa serta pelestarian bahasa Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa.
“Kami membawa amanah dari Kementrian untuk mewujudkan pendidikan bermutu dengan kemahiran berbahasa ini. Selain USK, kesepakatan serupa sudah kami lakukan dengan PTN lainnya. Seperti IAIN Takengon maupun UIN Ar Raniry,” ucapnya.
Selanjutnya, Rektor mengatakan USK siap mendukung berbagai program kerja sama yang telah disepakati. Sebab Rektor menilai kompetensi berbahasa ini sangatlah penting karena merupakan salah satu parameter kualitas intelektual seseorang.
Meskipun program ini fokus pada pengembangan bahasa Indonesia, namun ruang lingkup kerja sama ini juga memberi perhatian serius terhadap kemampuan bahasa asing. Untuk itulah, Rektor menilai kerja sama ini sangat sejalan dengan semangat USK untuk menuju kampus kelas dunia.
“Kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta turut menguasai bahasa asing, keduanya akan menjadi kekuatan. Kompetensi inilah yang kita harapkan, karena merupakan bekal penting agar mahasiswa siap menghadapi tantangan global,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini dari pihak USK adalah Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan dan Bisnis, Sekretaris Universitas, Kepala UPT Bahasa, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan lainnya.
Sementara dari pihak Badan Pengembangan Bahasa adalah Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh dan Kepala Balai Bahasa Provinsi DI Yogyakarta. []